Jumat, 11 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 183
(Foto: Folmer)
Tempat Penampungan Sementara Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Ketapang, setiap harinya menampung dan mengolah sampah warga dari Kelurahan Duri Pulo dan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Belasan ton sampah warga dari dua kelurahan itu, diolah menjadi kompos padat dan cair, serta pangan maggot.
Mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan mandiri
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup (LH) Gambir, Mumuh Mulyana mengatakan, TPS 3R Ketapang memiliki fasilitas mesin pencacah sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang berfungsi merubah karakteristik sampah ukuran besar menjadi terpilah secara baik.
"Sampah organik dipisahkan, sementara sampah kering non-organik seperti plastik, cacahan kayu kecil, dan kertas dicacah menjadi serpihan kecil di mesin pencacah RDF," beebr Mumuh, Jumat (11/9).
Ia mengungkapkan, hasil cacahan sampah dari TPS 3R Ketapang selanjutnya dikirim ke TPST Bantargebang untuk dikurangi kadar air, bobot, dan ukuran hingga menjadi biji sampah
"Hasil pengolahan biji sampah di TPST Bantargebang nantinya dipergunakan sebagai bahan baku alternatif pengganti batu bara untuk pabrik semen," ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari 13 ton sampah setiap hari yang ditampung di TPS 3R Ketapang, sekitar enam hingga tujuh ton dicacah di mesin RDF.
Sisanya, merupakan sampah organik yang diolah menjadi kompos padat dan cair sebanyak empat kuintal, 100 kilogram dimanfaatkan menjadi pakan maggot dan 700 kilogram sampah anorganik diolah di bank sampah.
"Sisanya, sekitar empat hingga lima ton merupakan residu yang dibuang ke Bantargebang," jelasnya.
Selain itu, kata Mumuh, petugas TPS 3R Ketapang juga mengolah sisa sampah menjadi berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai jual seperti tempat tisu, tanaman plastik dan sebagainya.
"Alhamdulillah, peminat kerajinan dari sampah cukup banyak dan sarana edukasi kepada warga yang berkunjung ke TPS 3R Ketapang," paparnya.
Ia juga mengajak warga Duri Pulo dan Petojo Utara melakukan proses pemilahan sampah dari sumbernya, sehingga saat masuk ke TPS 3R Ketapang sudah terpilah dan pengolahan sampah lebih optimal.
"Langkah ini sejalan dengan upaya menekan volume sampah yang masuk ke TPS sekaligus mengoptimalkan fungsi pengolahan mesin RDF demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan mandiri secara energi," tandasnya.