Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 2378

Ani ruspitawati ist (1)

(Foto: Istimewa)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk melindungi saluran pernapasan dan mata dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Karakatau yang mencapai wilayah Jakarta.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawari mengatakan, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa lantaran partikelnya berukuran sangat kecil dan dapat mengandung silika serta material kaca vulkanik yang bersifat abrasif. 

"Utamakan kesehatan selama kondisi abu vulkanik berlangsung,"

Jika terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu, kata Ani, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata dan kulit.

Disebutkan Ani, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi penyakit pernapasan seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). 

Paparan juga dapat menimbulkan iritasi pada mata berupa perih, mata merah, dan rasa mengganjal. Sedangkan pada kulit, abu dapat menyebabkan gatal dan iritasi.

"Sebab itu masyarakat diimbau untuk melakukan beberapa langkah perlindungan. Terutama saat abu vulkanik berada di lingkungan sekitar," katanya, Minggu (6/9).

Berbagai upaya perlindungan yang perlu diperhatikan seperti membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat konsentrasi abu meningkat. Lalu tutup rapat pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.

Jika harus bepergian, Ani mengingatkan warga agar menggunakan masker KN95 atau N95 untuk membantu menyaring partikel halus dan menggunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari paparan abu.

Setelah kembali ke rumah, diimbau agar mandi dan keramas serta segera mengganti pakaian, cuci pakaian yang terpapar abu secara terpisah, serta bila diperlukan, bilas mata dan hidung dengan air bersih.

Kemudian bagi masyarakat yang melakukan pembersihan abu vulkanik di teras rumah, kendaraan, maupun lingkungan sekitar, diimbau agar gunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup.

"Perlengkapan tersebut membantu mengurangi risiko abu terhirup serta mencegah iritasi pada mata dan kulit," tegasnya.

Selanjutnya, Dinkes juga mengimbau masyarakat agar tidak menyapu abu dalam kondisi kering, karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup. Sebelum menyapu, diimbau percikkan air secukupnya agar abu menjadi lebih berat dan tidak mudah beterbangan. 

"Setelah selesai melakukan aktivitas di lingkungan yang terpapar abu, disarankan untuk melepaskan masker di luar ruangan sebelum masuk ke rumah, mandi dan keramas," saran Ani.

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK, untuk lebih berhati-hati terhadap paparan abu vulkanik.

Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk yang semakin berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Lindungi diri, lindungi keluarga. Tetap waspada dan utamakan kesehatan selama kondisi abu vulkanik berlangsung," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Warga Diimbau Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau

Warga Diimbau Tidak Panik dan Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 920

Cuci tangan PHBS otoy

Dinkes Imbau Warga Waspada Hantavirus Tanpa Perlu Panik

Senin, 11 Mei 2026 837

Kasus DBD Meningkat pada Januari 2025, Dinkes Imbau Warga Waspada Lonjakan

Dinkes Imbau Warga Waspada DBD dan Lakukan PSN 3M Plus

Kamis, 13 Februari 2025 2110

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 3248

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 2871

Klinik ilegal ditutup jakpus folmer

Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

Selasa, 06 Oktober 2026 1199

Mediasi pondok pinang tiyo

Camat Kebayoran Lama Pimpin Mediasi Persoalan Warga Pondok Pinang

Rabu, 07 Oktober 2026 576

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1618

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks