Jumat, 11 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 258
(Foto: Istimewa)
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta bersama Perpustakaan Jakarta dan Bookabook menggelar Pameran Karya Raya 2026 bertema ‘Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You’.
Pameran ini berlangsung di Perpustakaan Jakarta pada 11 September sampai 2 Oktober 2026, dan puncaknya pada di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki pada 3 Oktober 2026.
"mengembangkan gagasan,"
Karya Raya adalah event kreativitas anak yang mendorong anak untuk menjadi penulis, ilustrator, and kreator melalui program Bookabook ByMe Kit Publishing.
Karya Raya sendiri berkembang dari 638 buku pada 2023 menjadi 1.081 buku pada 2024, 1.870 buku pada 2025, dan 2.053 buku pada 2026.
Tahun ini, pertumbuhan perjalanan karya-karya tersebut diperluas karena diberi ‘rumah’ di Perpustakaan Jakarta. Salah satu hal baru yang diperkenalkan tahun ini adalah Karya Raya Corner di Perpustakaan Jakarta.
Kini buku-buku karya Young Author Karya Raya dapat terus dibaca selain secara digital di website ByMe.Bookabook.id juga di corner tersebut untuk terus ditemukan dan dibaca.
Memasuki tahun keempat, Karya Raya menjangkau lebih banyak sekolah negeri, komunitas rusun, sekolah internasional, serta anak-anak dari Nusa Tenggara Timur.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, salah satu tujuan Karya Raya adalah memastikan kesempatan berkarya tidak hanya hadir bagi kelompok tertentu, tetapi dapat diakses oleh anak-anak dari berbagai latar sosial. Ia menyampaikan, di Karya Raya pertumbuhan bukan hanya tentang semakin banyaknya karya yang dihasilkan.
“Di balik setiap buku, cerita, ilustrasi, dan karya kreatif, ada proses perkembangan anak yang mulai dari mencari ide, mengembangkan gagasan, mengeksekusi imajinasi, menyelesaikan apa yang mereka mulai, dan berani menunjukkan hasil karyanya,” ujarnya, Jumat (11/9).
Nasruddin menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan filosofi Garden of Kindness. Menurutnya, kreativitas anak ibarat sebuah taman, rasa ingin tahu sebagai benih, kesempatan sebagai tanah, pendampingan ibarat air, dan apresiasi sebagai sinar matahari.
Karena itu, sambungnya, anak tidak hanya membutuhkan dorongan untuk berkarya, tetapi juga ruang yang aman untuk mencoba, keberanian untuk berimajinasi, serta penghargaan terhadap setiap prosesnya.
“Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat buku-buku yang telah selesai ditulis. Perpustakaan harus menjadi tempat cerita-cerita baru mulai dilahirkan,” katanya.
Co-Founder Karya Raya, Ernest mengatakan, anak tumbuh seiring berkembangnya karya yang dihasilkan. Proses tersebut mendorong anak berkembang dari pembaca menjadi penulis, serta dari konsumen pasif menjadi kontributor yang aktif.
Ia menilai, perjalanan ini menjadi semakin relevan di era kecerdasan artifisial (AI), ketika anak-anak tumbuh di tengah dunia yang memungkinkan teknologi menghasilkan gambar, tulisan, musik, dan berbagai bentuk konten dalam hitungan detik.
“Kini, kemampuan anak untuk berpikir kritis, mengeksplorasi kemungkinan, membuat pilihan, dan menciptakan sesuatu yang bermakna menjadi sangatlah penting. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa karya mereka punya arti,” katanya.
Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim menyampaikan, seiring dengan peresmian Karya Raya Corner, Bookabook dan Perpustakaan Jakarta selaku penyelenggara Karya Raya meluncurkan buku Ruang Bertumbuh.
Buku tersebut terinspirasi dari filosofi Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin yang tak sekedar hadir untuk menemanimu membaca, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar, berkarya dan bertumbuh sehingga membuat perpustakaan bisa tetap relevan di masa sekarang.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya datang ke perpustakaan untuk membaca karya orang lain, tetapi juga melihat bahwa suatu hari karya mereka sendiri bisa menjadi bagian dari perpustakaan dan dinikmati orang lain,” ucapnya.
Sekadar diketahui, pameran tersebut mengundang sekolah, komunitas, dan mitra untuk ikut memperluas ruang karya anak dengan bergabung di Karya Raya.
Hal ini mengundang mitra yang juga memiliki visi serupa, tahun ini program Karya Raya didukung oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan diberikannya dukungan sebanyak 250 beasiswa untuk para peserta.
Saat ini, Karya Raya telah melibatkan lebih dari 300 sekolah, menerbitkan sekitar 5.000 buku, dan mencatat lebih dari 50.000 pengunjung pameran setiap tahunnya.
Karya Raya juga mendapat pengakuan sebagai Program Unggulan DKI Jakarta dan menerima penghargaan Mitra Kolaborasi Terbaik 2025 dari Dispusip (Dinas Perpustakaan Jakarta) serta mencetak rekor MURI sebagai Pameran Buku Karya Anak Terbanyak.