Jumat, 24 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 107
(Foto: Nugroho Sejati)
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Subki mengapresiasi upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) dalam upaya meningkatkan literasi warga melalui penambahan pojok baca di berbagai ruang publik.
Menurutnya, keberadaan pojok baca merupakan langkah positif yang sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Ini kemajuan yang luar biasa,"
“Perpustakaan secara umum sudah menambah pojok-pojok baca di ruang publik. Ini kemajuan yang luar biasa,” ujar Subki, dalam rapat kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2025, Jumat (24/4).
Meski demikian, ia menilai, upaya tersebut masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi jumlah fasilitas maupun kelengkapan bahan bacaan yang tersedia.
“Ke depan perlu diperbanyak lagi, dilengkapi, dan dibuat lebih beragam literaturnya,” katanya.
Selain penguatan sarana, Subki juga menekankan pentingnya mendorong minat baca masyarakat. Ia mengingatkan bahwa rendahnya budaya membaca dapat berdampak pada terbatasnya pengetahuan warga.
“Harus ada dorongan kepada warga untuk meningkatkan semangat membaca. Kalau tidak membaca, pengetahuan tidak akan berkembang,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi perlu diiringi dengan program sosialisasi yang lebih masif dan terencana, termasuk dukungan anggaran yang memadai.
“Kalau saat ini masih minim, ke depan terutama dalam penyusunan anggaran 2027 kami minta porsi sosialisasi ditambah,” ucapnya.
Subki berharap, peningkatan minat baca tidak hanya memperluas wawasan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam menangkal penyebaran hoaks di media sosial.
“Jadi kita minta porsi yang lebih besar lagi untuk sosialisasi, supaya minat baca warga meningkat,” tandasnya.