Minggu, 06 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 71
(Foto: Nurito)
Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, pengurus RW 15 Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, berhasil mengembangkan program Gang Hijau di delapan RT di wilayahnya.
Ketua RW 15 Duren Sawit, Darius Waruwu mengatakan, program gang hijau ini merupakan suatu pergerakan kecil yang berdampak luar biasa untuk lingkungan, karena terintegrasi dengan bank sampah.
Menuju kampung ketahanan pangan.
"Wilayah yang awalnya gersang dan kusam, sekarang lebih hijau serta bersih," ujarnya
Menurut Darius, program pengembangan gang hiijau terintegrasi bank sampah di wilayahnya didukung penuh PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan terbatas dan urban farming dalam satu kawasan ini, menurut Darius, merupakan upaya mewujudkan wilayahnya sebagai kampung ketahanan pangan.
Untuk menanam aneka tanaman, baik sayuran, tanaman obat keluarga maupun tanaman hias, warga memanfaatkan barang bekas. Seperti galon/botol bekas air mineral, kaleng cat, dan sebagainya.
Sedangkan untuk vertical garden, warga menggunakan pot baru dan paralon yang disusun rapi dan dimodifikasi, dipasang pada kerangka besi yang disusun menyerupai rak raksasa.
Ditambahkan Darius, program gang hijau ini tidak hanya membawa perubahan pada wajah lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk kembali mengenali dan melestarikan identitas kampungnya.
"Salah satu perubahan tersebut terlihat di RT 05/15, dimana sejumlah gang yang sebelumnya belum memiliki identitas khusus kini mulai menggunakan nama-nama yang mengingatkan warga pada sosok leluhur atau engkong yang memiliki sejarah dengan lingkungan tersebut," ungkap Darius.
Ketua RT 05/15 Duren Sawit, Ade Rahmawati mengatakan, hadirnya Program Gang Hijau menjadi momentum untuk tidak hanya membuat lingkungan lebih hijau, bersih dan nyaman, tetapi juga menjaga agar identitas kampung dan kisah para leluhur tidak hilang ditelan zaman.
"Karena sebuah gang bukan sekadar jalan untuk dilalui. Di dalamnya ada nama, ada cerita, ada budaya dan ada jejak kehidupan yang patut untuk dikenang dan diwariskan," tandasnya.