Kamis, 03 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 172
(Foto: Andri Widiyanto)
Sebanyak 200 lanjut usia (lansia) mengikuti kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur di halaman Kantor Wali Kota setempat.
"Tetap dapat berkontribusi"
Mengusung tema "Gaya Hidup Sehat untuk Lansia Produktif dan Cegah Kepikunan", kegiatan diisi talk show yang menghadirkan dua narasumber, yakni Direktur CEFAS URINDO Susiana Nugara dan Ketua Indonesia Ahli Gizi Olahraga (ISNA) Rita Ramayulis. Kegiatan semakin semarak dengan penampilan kelompok Angklung Lansia Kramat Jati.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengatakan, peringatan Hari Lansia menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap para Lansia yang tetap berperan aktif di tengah masyarakat.
"Lansia tidak boleh dipandang sebelah mata. Jika Lansia dapat menjaga kesehatan dan merawat diri, mereka tetap dapat berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat," ujarnya, Kamis (3/9).
Kusmanto mengajak para Lansia turut berperan dalam menjaga anak, cucu, dan keluarga di rumah. Peran tersebut dinilai penting untuk membantu mencegah anak-anak dan remaja terlibat aksi tawuran.
"Kami juga ingin mereka dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing melalui gerakan memilah sampah dari rumah," terangnya.
Kusmanto menjelaskan, sebagian besar Lansia lebih banyak beraktivitas di rumah. Sehingga, dapat menjadi contoh bagi anggota keluarga dalam menerapkan pemilahan sampah.
"Adanya kegiatan Lansia aktif pilah sampah ini membantu menjadi teladan bagi lingkungan masyarakat agar memahami pola pilah sampah sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2021," ungkapnya.
Ia mengimbau para Lansia yang belum aktif agar mengikuti berbagai kegiatan di tingkat kelurahan. Selain meningkatkan aktivitas sosial, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memantau perkembangan kesehatan Lansia secara berkala.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy memaparkan, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional sebenarnya diperingati setiap 29 Mei. Namun, pelaksanaan tingkat Kota Jakarta Timur baru dapat diselenggarakan hari ini.
"Kegiatan ini diikuti oleh 200 lansia. Sesuai dengan tema hari ini, kami menginginkan lansia itu bisa mandiri," bebernya.
Ia menuturkan, kemandirian Lansia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga mencakup kondisi sehat, produktif, bugar, bahagia, serta tetap aktif dalam kegiatan sosial.
"Saat ini jumlah Lansia di Jakarta Timur mencapai sekitar 10 persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 3 juta jiwa," ucapnya.
Untuk mendukung kesehatan dan kemandirian lansia, lanjut Arief, Sudin Kesehatan Jakarta Timur menyiapkan Pasukan Putih atau tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan kader TP PKK dan Dasawisma.
"Peran Pasukan Putih ini terutama untuk membantu Lansia dalam kondisi yang perlu bantuan. Keluarganya juga perlu diberdayakan sebagai caregiver untuk membantu para Lansia," imbuhnya.
Arief menyampaikan, upaya promotif dan preventif terus dilakukan agar para Lansia tetap sehat dan bugar. Lansia didorong rutin mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Posyandu, Posyandu Lansia, serta berbagai kegiatan kesehatan lainnya.
"Kami berkomitmen agar kesehatan Lansia dapat dipantau dan berbagai penyakit dapat dideteksi lebih dini, seperti diabetes melitus dan hipertensi," tandasnya.