Suku Dinas KPKP Jaktim Gencarkan Urban Farming di Sekolah

Rabu, 01 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 853

Melihat Urban Farming bilal

(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur menggalakkan program urban farming di lingkungan sekolah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menanamkan budaya bercocok tanam kepada sejak usia dini.

"Peserta didik juga dapat belajar mengenai pertanian"

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto mengatakan, sekolah memiliki potensi besar dalam mendukung program ketahanan pangan karena umumnya memiliki ketersediaan lahan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Program urban farming di sekolah sangat tepat untuk mendukung ketahanan pangan mandiri. Selain itu, peserta didik juga dapat belajar mengenai pertanian perkotaan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah," ujarnya, Rabu (1/7).

Taufik menjelaskan, program tersebut tidak hanya menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga memberikan manfaat edukatif bagi peserta didik. 

"Melalui kegiatan menanam hingga memanen, peserta didik diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, mengenal berbagai jenis tanaman, serta membangun kemandirian pangan sejak dini," terangnya.

Menurutnya, saat ini hampir seluruh sekolah di Jakarta Timur sudah memiliki program urban farming. Bagi sekolah yang memiliki keterbatasan lahan, Suku Dinas KPKP mendorong pemanfaatan metode hidroponik dan siap memberikan pelatihan kepada para guru maupun murid.

"Kami akan terus mengajak sekolah meningkatkan kegiatan urban farming. Jika lahannya terbatas, bisa disiasati dengan sistem hidroponik dan kami siap memberikan pelatihan bercocok tanam," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kramat Jati 01, Abdy Hudry menambahkan, program urban farming di sekolahnya terus dikembangkan dengan melibatkan peserta didik secara langsung dalam setiap proses, mulai dari penanaman hingga panen.

"Setiap menanam dan memanen peserta didik selalu kami libatkan. Sehingga mereka dapat mengenal berbagai jenis tanaman yang ada di lingkungan sekolah," ucapnya.

Ia memaparkan, kebun sekolah ditanami beragam tanaman obat keluarga (TOGA) seperti sereh, kunyit, jahe merah, lidah buaya, bunga telang, kencur, kenikir, dan sirih. 

Selain itu, terdapat pula berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, tekokak, labu parang, dan pandan. Kemudian, aneka tanaman buah markisa, belimbing, mangga, jambu air, jeruk limau, pisang kepok, pisang tanduk, singkong, ubi jalar, hingga pohon salam.

"Melalui program ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran praktik yang membentuk kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan perkotaan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pelajar SDN Kalisari 05 Belajar Bercocok Tanam

Pelajar SDN Kalisari 05 Belajar Bercocok Tanam Lewat Urban Farming

Kamis, 09 April 2026 999

UMKM dan Penggiat Urban Farming Dilatih Mengolah Hasil Pertanian

Pelaku UMKM dan Penggiat Urban Farming Dilatih Olah Hasil Pertanian

Jumat, 17 Oktober 2025 1495

Pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian di RPTRA Sungai Bambu

Warga Jakut Diberi Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Pertanian

Selasa, 07 Oktober 2025 917

BERITA POPULER
Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 3661

Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2603

Penataan Lahan Jadi Taman Interaktif Cijantung nurito

Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 1107

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1306

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1387

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks