Komisi D Minta Penataan Jaringan Utilitas Segera Direalisasikan

Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 692

Binamarga kabel utilitas otoy2

(Foto: Andri Widiyanto)

Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta segera mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Jaringan Utilitas. Meski perda telah disahkan, hingga kini pelaksanaannya dinilai belum optimal karena masih menunggu aturan teknis.

"Perdanya sudah ada,"

"Perdanya sebenarnya sudah ada. Tinggal sekarang bagaimana implementasinya. Apakah pergubnya sudah terbit atau bagaimana dari sisi teknisnya. Karena saat ini kondisinya sudah bisa dibilang darurat," ujar Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, Selasa (21/7).

Menurut Yuke, persoalan jaringan utilitas seperti kabel udara yang semrawut dan tiang utilitas yang tidak tertata, masih banyak ditemukan di berbagai wilayah. Keluhan tersebut juga terus disampaikan warga saat kegiatan reses.

"Ini bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan. Sudah ada beberapa kasus. Jangan sampai nanti ada korban akibat kabel atau tiang yang tidak layak," katanya.

Yuke mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan turunan perda. Namun, ia meminta, Pemprov DKI segera merampungkan regulasi teknis, termasuk penetapan operator yang bertanggung jawab dalam penataan jaringan utilitas.

Ia menilai, penataan utilitas tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan aman, tetapi juga mendata seluruh operator yang memanfaatkan jaringan utilitas di ibu kota. 

Dikatakan Yuke, dengan pendataan yang jelas, Pemprov DKI dapat melakukan pengawasan sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi.

"Yang ingin kami benahi bukan hanya supaya rapi, tetapi juga jelas siapa operator yang menggunakan utilitas tersebut. Kalau sekarang tidak jelas. Mereka tinggal memasang kabel, tidak bertanggung jawab, bahkan memasang tiang sembarangan," tegasnya.

Lebih lanjut, Yuke juga meminta Dinas Bina Marga proaktif dengan tidak menunggu adanya laporan atau korban untuk melakukan penertiban. Kabel yang sudah tidak digunakan maupun tiang yang berpotensi membahayakan harus segera ditindak.

"Mereka punya alat untuk memotong kabel yang sudah tidak terpakai. Jangan dibiarkan menjadi sampah. Kabel yang masih digunakan harus dirapikan, sementara tiang-tiangnya juga harus dicek karena banyak yang sudah miring dan membahayakan," ujarnya.

Selain itu, Yuke mengingatkan agar pekerjaan penataan utilitas diintegrasikan dengan proyek infrastruktur lain. Menurutnya, koordinasi antarpemangku kepentingan penting dilakukan agar pekerjaan tidak dilakukan berulang kali yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Jangan sampai bongkar pasang terus. Kalau ada pekerjaan di lokasi yang sama, koordinasikan agar bisa dikerjakan sekaligus. Dengan begitu, pekerjaan lebih efisien dan tidak menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Utilitas Kabel Udara di Jakarta Barat Telah Diputus

11.065 Meter Utilitas Kabel Udara di Jakbar Telah Diputus

Jumat, 26 Juni 2026 674

Penertiban kabel menjuntai dijakarta

Perda Jaringan Utilitas Jadi Pedoman Penataan Kabel Jakarta

Jumat, 22 Mei 2026 1460

Kabel tanah binamarga

Komisi D Tekankan Pentingnya Penataan Jaringan Utilitas Terpadu

Selasa, 17 Maret 2026 1254

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2572

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 3475

Penataan Lahan Jadi Taman Interaktif Cijantung nurito

Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 924

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1257

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1351

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks