Rabu, 01 Juli 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 135
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Petugas PPSU Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, mulai menguji manfaatkan pupuk organik hasil pengolahan sampah organik sisa masakan dapur di lubang biopori. Sebagai tahap awal, pupuk dimanfaatkan untuk tanaman di lingkungan kantor kelurahan.
Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra mengatakan, pemanfaatan pupuk ini merupakan yang perdana setelah dilakukan pembuatan lubang biopori di area kantornya sekitar dua bulan lalu.
Motivasi warga lebih aktif mengolah sampah organik sisa dapur
Selama ini lubang biopori itu telah dimanfaatkan untuk menimbun sampah dapur dari lingkungan kantor lurah.
"Kemarin kami panen dan jajaran PPSU manfaatkan hasilnya untuk pupuk. Tahap awal kita laksanakan ke tanaman di lingkungan kantor," katanya, Rabu (1/7).
Dijelaskan Pradista, panen pupuk organik dari lubang biopori itu mencapai lima kilogram. Selama ini, pihaknya mencampur sampah yang ditampung dalam lubang biopori itu dengan cairan EM 4 dan Molase.
Setelah menjadi padat dan tidak lagi dikerubungi ulat, ungkap Pradista, sampah itu bisa dipanen menjadi pupuk organik.
Diharapkan Pradista, pemanfaatan pupuk organik ini bisa meningkatkan unsur alami, memperbaiki struktur tanah dan membuat tanaman tumbuh lebih subur.
Dengan keberhasilan panen pupuk organik ini, Pradista mengaku semakin termotivasi untuk menggalakkan pembuatan lubang biopori di lingkungan permukiman warga.
Selain menghasilkan pupuk organik berkualitas baik, pemanfaatan lubang biopri juga akan menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan.
"Kami akan gencarkan edukasi dan sosialisasi, memotivasi warga lebih aktif mengolah sampah organik sisa dapur melalui lubang biopori. Dengan begitu persoalan sampah menumpuk di lingkungan juga bisa teratasi," tandasnya.