Kelurahan Taman Sari Targetkan 32 Lubang Biopori Pilah Sampah

Senin, 15 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 722

Kelurahan Taman Sari Targetkan Buat 32 Lubang Biopori Pilah Sampah

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Kelurahan Taman Sari menargetkan 32 lubang biopori sebagai wadah pemilahan sampah organik di delapan RW. Hingga awal Juni ini, telah dibuat tujuh lubang biopori di dua wilayah RW.

Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun mengatakan, pada hari ini pihaknya membuat empat unit lubang biopori menggunakan tong plastik di Jalan Mangga Besar 4c RT 05/01. Lubang biopori itu memiliki diameter sekitar 40 sentimeter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Selain berfungsi sebagai resapan air,

"Selain berfungsi sebagai resapan air, lubang biopori ini kita manfaatkan untuk melakukan pemilahan sampah organik," katanya, Senin (15/6)

Berbagai sampah organik yang bisa dimasukkan dalam lubang biopori itu, antara lain sampah dapur dan sisa makanan. 

"Hasil dari pemilahan sampah itu nantinya akan dibuat pupuk kompos," jelasnya.

Selain di wilayah RW 01, Malik mengaku telah membuat satu unit lubang biopori di RW 05 serta dua unit lainnya di area kantor kelurahan. 

Menurut Malik, Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Taman Sari akan memberikan bantuan berupa empat unit tong plastik sebagai wadah lubang biopori ke seluruh RW di wilayahnya 

"Kami berharap warga juga melakukan swadaya untuk menambah jumlah lubang biopori di lingkungan masing-masing," tuturnya.

Disebutkan Malik, saat ini seluruh RW di wilayahnya sudah melakukan pemilahan sampah dari sumber, sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026.

"Gerakan memilah sampah ini baru kita gencarkan setelah adanya pencanangan oleh Pak Gubernur Mei 2026 lalu. Bank sampahnya RW 01 ini bahkan hasilnya sampai 100 kilogram setiap timbang," ujarnya.

Ketua RW 01 Kelurahan Taman Sari, The Khe King mengaku di wilayah terdapat 13 RT. Saat ini seluruhnya telah terlibat gerakan memilah sampah.

Bahkan, pihaknya juga telah menetapkan sistem ganjil genap pengangkutan sampah. Yakni, setiap tanggal genap pengangkutan mengambil sampah basah dan setiap tanggal ganjil untuk pengangkutan sampah kering.

"Kami sangat mendukung program Gubernur mengurangi sampah. Warga Kami pun sangat antusias," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260513 WA0059

Kelurahan Tomang Kurangi Sampah dengan Lubang Biopori

Rabu, 13 Mei 2026 720

IMG 20260513 WA0076

22 Tong Biopori Jumbo Dibagikan di Petukangan Utara

Rabu, 13 Mei 2026 1249

Kelurahan Kedoya Selatan Bentuk Satgas Pilah Sampah

Kelurahan Kedoya Selatan Bentuk Satgas Pilah Sampah

Kamis, 11 Juni 2026 637

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9029

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3452

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 1582

Syafrin Tinjau Lokbin dan Pasar Jaya Pasar Minggu

Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

Senin, 27 Juli 2026 2645

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1250

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks