Kelurahan Tomang Kurangi Sampah dengan Lubang Biopori

Rabu, 13 Mei 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 751

IMG 20260513 WA0059

(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)

Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengembangkan pemanfaatan lubang biopori untuk mengatasi persoalan sampah. 

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Tomang, Hipni mengatakan, pihaknya telah mencanangkan program 1.000 lubang biopori untuk mengatasi sampah. 

"Sampah akan cepat terurai dan menjadi tanah kembali,"

Hingga saat ini, ungkap Hipmi, pihaknya telah menyiapkan 200 unit instalasi biopori.

"Berdasarkan Ingub nomor 5 tahun 2026, kita harus melakukan pemilahan sampah dari sumber. Kami gencar sosialisasikan ke warga melalui program 1.000 biopori dan bank sampah di setiap RW," katanya, Rabu (13/5).

Dijelaskan Hipni, lubang biopori yang disiapkan jajarannya ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, namun juga bisa menampung sampah organic. 

Lubang biopori itu dibuat menggunakan pipa paralon empat inchi sepanjang 50 sentimeter yang ditanam di area tanah dengan lahan terbatas. 

Menurut Hipni, sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori itu tidak akan menimbulkan bau lantaran dibubuhi formula EM4 dan gula. 

"Hasilnya, sampah akan cepat terurai dan menjadi tanah kembali," ucapnya.

Hingga saat ini, Hipni memgaku pihaknya telah merakit 200 unit perangkat lubang biopori. Dari jumlah itu, sekitar 15 di antarnya sudah ditanam di tiga RW yakni, RW 04, 07 dan RW 09 Kelurahan Tomang.

"Rencananya, RW 04 ini akan jadi pilot project program 1.000 biopori," ujarnya.

Tidak hanya membuat lubang biopori, jelas Hipmi, pihaknya juga telah merampungkan pembangunan bak composting di area lahan Taman Sekretariat RW 04.00.

Nantinya, beragam sampah organik dari kawasan permukiman warga akan dicacah dan dimasukkan dalam bak composting itu. Setelah melalui tahap fermentasi, sampah itu bisa diolah menjadi pupuk padat dan cair.

Dilanjutkan Hipmi, program biopori dan composting ini secara bertahap akan diterapkan pada 15 RW lainnya di wilayahnya. 

Diharapkannya, pada Januari 2027 mendatang wilayahnya sudah bisa mengimplementasikan zero waste sampah dan mengurangi pembuangan ke TPST Bantar Gebang.

"Biopori ini bisa ditanam di lahan fasos fasum dan juga areal rumah warga. Silakan warga yang berminat untuk menghubungi pihak kelurahan melalui RT/RW masing-masing," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260511 WA0061

Sampah di Jalan Rawa Kuning Tuntas Dibersihkan

Senin, 11 Mei 2026 573

Bank Sampah Nasi Rames Berhasil Kumpulkan 650,8 Kilogram

Bank Sampah Nasi Rames Kumpulkan 650,8 Kilogram Sampah dalam Dua Pekan

Senin, 28 Juli 2025 1276

IMG 20260512 WA0106

Iin Jajaki Kolaborasi dengan Pelaku Usaha Konveksi di Tambora

Selasa, 12 Mei 2026 753

BERITA POPULER
Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 8609

Gubernur pramono MUI rezap

Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 13117

Pemilik bangunan ubah saluran ist

Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

Jumat, 14 Agustus 2026 2041

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 1842

IMG 20260812 WA0088

Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 1702

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks