Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 9401

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

(Foto: Nurito)

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin memimpin pelaksanaan panen serentak pertanian perkotaan (urban farming), peternakan, dan perikanan secara hybrid. Hasilnya, sebanyak 2 ton komoditas berhasil dipanen.

"Lingkungan sekolah"

Munjirin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi hal yang menarik karena untuk kali pertama panen urban farming dilakukan secara serentak di lingkungan sekolah hingga perguruan tinggi.

"Tentunya ini sangat membantu untuk edukasi urban farming bagi pelajar maupun mahasiswa," ujarnya, di Yayasan Pondok Pesantren Ulul Ilmi, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jumat (14/8).

Ia berharap, kegiatan urban farming tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Aktivitas pertanian di lingkungan pendidikan perlu dilakukan secara rutin sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan dan bahkan memiliki nilai ekonomi.

"Saya ingin kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang dijalankan di sekolah, pondok pesantren maupun perguruan tinggi," terangnya.

Munjirin menambahkan, hasil urban farming di sejumlah sarana pendidikan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal. 

"Sebagian hasil panen bahkan telah dipasarkan ke swalayan, seperti yang dilakukan Pondok Pesantren Ulul Ilmi," ungkapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menjelaskan, kegiatan panen serentak melibatkan sekolah umum negeri dan swasta serta satuan pendidikan berbasis keagamaan.

Pondok Pesantren Ulul Ilmi menjadi salah satu contoh pengembangan pertanian perkotaan yang dapat diterapkan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Ia mengaku sangat senang dan bangga karena ternyata pondok pesantren juga sudah mengembangkan sistem pertanian yang sangat cocok diterapkan di kota besar. 

"Untuk greenhouse ini ada kolaborasi CSR dari Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Wali Kota Jakarta Timur, dan Pondok Pesantren," bebernya.

Ia menyampaikan, pengembangan urban farming tersebut juga menerapkan konsep ekonomi sirkular. Para santri dapat beraktivitas di greenhouse, sementara hasil produksi dapat dijual maupun dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi.

"Circular economy ini membuat santri bisa beraktivitas di greenhouse. Hasilnya dijual sebagian atau dijadikan bahan konsumsi," ucapnya.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto menuturkan, dari 223 lokasi panen serentak, potensi hasil produksi mencapai kurang lebih 2 ton yang mencakup hasil pertanian, tanaman obat keluarga (TOGA), ikan hingga telur ayam.

Ia merinci, panen serentak di Kecamatan Pasar Rebo dilakukan di 34 lokasi, Kramat Jati 33 lokasi, Ciracas 33 lokasi, Makasar 28 lokasi, Duren Sawit 27 lokasi, Cipayung 27 lokasi, Pulo Gadung 13 lokasi, Jatinegara 10 lokasi, Cakung 10 lokasi, dan Matraman delapan lokasi.

"Area panen total luasnya kurang lebih 0,73 hektare yang tersebar di 10 kecamatan. Potensi panennya adalah buah-buahan 751 kilogram, sayuran 643 kilogram, ikan 547 kilogram, TOGA 215 kilogram, tanaman pangan 102,5 kilogram, dan telur 5,5 kilogram," jelasnya.

Ia memaparkan, berdasarkan jenjang pendidikan, kegiatan tersebut diikuti 126 lokasi SD, 56 lokasi SMP, 18 lokasi SMA, 12 lokasi SMK, sembilan lokasi PAUD, satu pondok pesantren, dan satu universitas.

"Potensi ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang produktif untuk mengembangkan pertanian perkotaan. Selain menghasilkan pangan, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi peserta didik mengenai ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan," tuturnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Ulul Ilmi, KH Achmad Wajihudin menyebut, pengembangan urban farming sudah dilakukan sejak 2021 di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi.

Berbagai jenis sayuran ditanam secara bergantian sehingga dapat dipanen hampir setiap hari. Hasilnya kemudian dipasarkan ke supermarket, restoran, mal dan sejumlah konsumen lainnya.

"Permintaan dari restoran dan mal sangat besar hingga kami kewalahan memenuhi pasokan. Hasilnya kini sudah menjadi unit usaha yang mendukung operasional pesantren," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ketua TP PKK Jaktim, Essi Feransie Munjirin memimpin  kegiatan panen bersama di RPTRA Bunga Rampai

Ketua TP PKK Jaktim Pimpin Panen Sayur dan Buah di RPTRA Bunga Rampai

Kamis, 25 September 2025 2286

Iin Pimpin Panen Sayur dan Lele di Rooftop Kecamatan Ciracas

Iin Pimpin Panen Sayur dan Lele di Rooftop Kecamatan Ciracas

Rabu, 26 Februari 2025 1125

Pramono Puji Aksi Pramusapa TransJakarta Bantu Disabilitas

Munjirin Pimpin Panen Padi di Cakung

Kamis, 06 Agustus 2026 648

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7626

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 2887

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 2292

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1780

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 2093

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks