Canangkan Biopori Jumbo, Pramono Harap Jadi Role Model

Minggu, 07 Juni 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 925

Biopori Jumbo Pdk Kelapa jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri pencanangan pengolahan sampah organik dengan metode biopori jumbo di Jl Palem Indah Utama, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (7/6).

Pramono mengapresiasi inisiasi warga karena dinilai mampu mengatasi permasalahan sampah dari hulu.

"bisa menjadi role model,"

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh RW 14 dengan jumlah 6 RT ya, yang melakukan inisiasi untuk mengelola metode biopori jumbo untuk sampahnya," kata Pramono.

Gerakan pengolahan sampah organik ini telah dilakukan masyarakat sebelum Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 diterbitkan. Menurut Pramono, upaya masyarakat yang mengelola sampah secara mandiri ini bisa menjadi percontohan bagi wilayah Jakarta lainnya.

"Kalau ini bisa berjalan dengan baik, ini bisa menjadi role model percontohan untuk penanganan sampah yang ada di Jakarta," ucapnya.

Gubernur pun menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Jakarta. Upaya pengelolaan sampah melalui gerakan pilah sampah pun dilakukan secara sungguh-sungguh.

"Kami secara sungguh-sungguh melakukan itu karena apa yang menjadi arahan Pemerintah Pusat bagi Pemerintah Jakarta pasti kita jalankan sepenuhnya, termasuk penanganan nantinya untuk Bantar Gebang, juga untuk Rorotan, dan juga penanganan di lapangan," jelasnya.

Berbagai strategi untuk mengelola sampah telah disiapkan Pemprov DKI, termasuk pengoperasian RDF Plant Rorotan, pembangunan PSEL, dan penanganan sampah di TPST Bantar Gebang.

"Bahkan saya sudah menyetujui secara prinsip untuk Ciangir yang ada di Provinsi Banten digunakan untuk menampung kompos ya, anorganik kompos kita yang ada," lanjut dia.

Ia meyakini, jika seluruh upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh maka akan mampu menangani sekitar 9.000 ton sampah Jakarta yang dihasilkan tiap harinya.

Sementara itu, Ketua RW 14, Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Tengku Husaini menyampaikan, warganya telah melakukan pengolahan sampah organik sejak tiga tahun lalu sebelum adanya Ingub Nomor 5 Tahun 2026.

"Kta sudah coba mulai. Dengan adanya Ingub ini kita lebih serius lagi, sampai bikin biopori, biopori jumbo. Jadi kita harap nanti sampah organik, sampah dapur, sampah rumah tangga itu bisa masuk ke dalam itu jadi nol sampah kita," jelas Tengku.

Sedangkan untuk sampah anorganik seperti botol plastik dan kardus yang memiliki nilai jual telah dikelola melalui Bank Sampah. Sehingga dengan demikian, hanya sampah residu saja yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Saat ini, RW 14 telah menyiapkan 130 titik biopori dan berencana menambah sekitar 200 titik untuk mengelola sampah-sampah organik.

BERITA TERKAIT
Pramono pilah sampah rasuna said bilal

Lomba Pilah Sampah Sektor Horeka, Pemprov DKI Siapkan Insentif Pajak

Minggu, 07 Juni 2026 1238

HBKB cfd rasuna said pilah sampah jati

Edukasi Pilah Sampah Bakal Hadir di HBKB Rasuna Said

Jumat, 05 Juni 2026 771

Gub buka jff

Rancang Masa Depan Jakarta, Pramono Buka JFF 2026

Jumat, 05 Juni 2026 835

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7572

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 2847

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1746

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 2253

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 2057

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks