Senin, 29 Juni 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 191
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki memastikan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 tahap I berjalan dengan baik. Meski terdapat sejumlah keluhan pergeseran hasil seleksi, menurutnya, hal tersebut masih dalam batas yang wajar.
"Itu normal karena ada berbagai komponen penilaian, seperti prestasi, nilai rapor, maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA). Komplainnya juga tidak terlalu banyak. Artinya, sejauh ini pelaksanaannya cukup baik," ujar Subki, Senin (29/6).
"Pelaksanaannya cukup baik,"
Memasuki tahap II SPMB, Subki berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bersama seluruh penyelenggara menjalankan seluruh mekanisme penerimaan sesuai aturan yang telah disepakati.
Dikatakan Subki, konsistensi dalam menerapkan setiap jalur seleksi sangat penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru.
"Mungkin masih ada kekurangan, tetapi aturan yang sudah disepakati harus dipahami dan diterapkan secara konsisten, baik untuk jalur prestasi, domisili, maupun jalur lainnya," katanya.
Selain menyampaikan pelaksanaan SPMB, Subki juga menyinggung program Sekolah Swasta Gratis (SSG) yang saat ini telah mencakup 103 sekolah di ibu kota.
Ia mengungkapkan, masih adanya laporan dari masyarakat terkait pungutan biaya pendaftaran di sejumlah sekolah. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena dana bantuan dari Pemprov DKI Jakarta belum dicairkan.
"Namun, kami sudah meminta Dinas Pendidikan untuk meluruskan persoalan ini dan memberikan kepastian kepada pihak sekolah," ujarnya.
Subki menegaskan, Disdik DKI telah memastikan seluruh sekolah swasta yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan tercantum dalam Surat Keputusan (SK) program SSG akan menerima pencairan dana.
"Jangan khawatir. Semua sekolah yang sudah masuk dalam SK Insya Allah dananya akan cair. Kepastian ini penting agar pengelola sekolah tidak lagi ragu terhadap pencairan anggaran," tandasnya.