BBPOM Jakarta Edukasi Masyarakat Gunakan Jamu yang Aman

Kamis, 25 Juni 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 270

BBPOM Jakarta Edukasi Masyarakat Gunakan Jamu yang Aman

(Foto: Folmer)

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta, menggelar sosialisasi dan edukasi tentang pengolahan serta konsumsi jamu yang aman.   

Kegiatan yang diadakan secara webinar ini mengusung tema "Menjamu Masa Depan dengan Jamu yang Aman, Bermutu dan Bermanfaat"dan diikuti 60 peserta dari pelaku usaha obat bahan alam, akademisi, kader PKK, organisasi masyarakat, Pramuka serta anggota masyarakat. 

"Obat bahan alam yang mengandung BKO telah masuk dalam public warning,"

Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, obat bahan alam atau jamu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia sebagai kearifan lokal untuk menjaga kesehatan. 

"Jamu juga diakui sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan, baik nasional maupun global," ujar Sofiyani Chandrawati Anwar seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6). 

Ia mengungkapkan, Jakarta sebagai pusat perdagangan ekonomi dan nasional merupakan posisi yang strategis sehingga memiliki potensi besar dalam penjualan obat bahan alam. 

"Peluang ini hendaknya disambut optimis mengingat permintaan terhadap obat bahan alam terus meningkat seiring dengan kecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) dalam memelihara kesehatannya," ungkapnya. 

Dibalik potensi besar ini, lanjut Sofiana, peredaran obat bahan alam yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dan produk ilegal masih ditemukan sehingga hal ini menjadi tantangan untuk memperkuat pengawasan terkait obat bahan alam.

"Obat bahan alam mengandung BKO sangat berbahaya karena menyebabkan gangguan kesehatan serius dan kerusakan organ permanen," paparnya. 

Ia menjelaskan, penambahan BKO seperti tramadol, piroksikam, deksametason, parasetamol, kafein, dan alopurinol memberikan efek "cespleng" atau instan yang seolah-olah menyembuhkan, sebenarnya sangat berisiko terhadap kesehatan. 

"Obat bahan alam yang mengandung BKO telah masuk dalam public warning, ditarik dan dilarang beredar diantaranya Tawon Liar, Wan Tong, Cobra X, Tongkat Arab," jelasnya. 

Oleh karena itu, Sofiana meminta masyarakat hendaknya menjadi konsumen yang cerdas dengan menerapkan Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa (Cek Klik). 

Serta bersikap kritis dan waspada terhadap setiap produk obat bahan alam yang menawarkan klaim berlebihan dan efek instan.

"Kami mengimbau masyarakat memperhatikan keutuhan kemasan, membaca informasi pada label produk, memastikan nomor izin edar BPOM serta tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan," serunya.

BERITA TERKAIT
BBPOM Jakarta Gelar Bimtek Komunitas Pangan Aman di Tiga Kelurahan

BBPOM Gencar Sosialisasikan Komunitas Pangan Aman

Kamis, 21 Mei 2026 319

IMG 20260509 WA0014

BBPOM di Jakarta Tindak Toko Kosmetik Penjual Obat Keras

Sabtu, 09 Mei 2026 1165

IMG 20260424 WA0134

BBPOM di Jakarta Edukasi Warga Papanggo Waspada Penyalahgunaan Obat

Jumat, 24 April 2026 647

BERITA POPULER
MRT Jam operasional jati

Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

Rabu, 24 Juni 2026 2764

Satpol pp dki jakarta 1

190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

Jumat, 26 Juni 2026 733

Parkir jakarta 2

Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

Kamis, 25 Juni 2026 792

1000387441

84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

Kamis, 25 Juni 2026 683

IMG 20260626 WA0084

75 Peserta Ikuti Bimtek Pelatihan Barista Parekraf Jakbar

Jumat, 26 Juni 2026 480

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks