BBPOM di Jakarta Edukasi Warga Papanggo Waspada Penyalahgunaan Obat

Jumat, 24 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 909

IMG 20260424 WA0134

(Foto: Anita Karyati)

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menyelenggarakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk Waspada Peredaran dan Penyalahgunaan Obat-obat Tertentu (OOT) di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Tiga jenis obat yang paling rawan disalahgunakan"

Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena masih maraknya penyalahgunaan OOT yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. 

"Ada tiga jenis obat yang paling rawan disalahgunakan, yaitu Tramadol, Triheksifenidil (Hexymer), dan Dekstrometorfan. Kemarin kita sosialisasikan kepada warga di Kelurahan Papanggo," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Jumat (24/4).

Sofiyani menjelaskan, penggunaan obat tersebut tanpa resep dokter dapat merusak organ tubuh hingga menyebabkan kematian. Selain itu, dampaknya juga dapat memengaruhi kondisi mental akibat overdosis serta memicu berbagai masalah sosial, seperti konflik dan tawuran.

Menurutnya, kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), pengurus RW, ibu rumah tangga, pedagang, serta karang taruna.

Ia menyebut, penjualan OOT kini telah merambah platform daring. Untuk itu, peran aktif masyarakat dalam pengawasan dinilai semakin penting. Warga pun didorong untuk melaporkan temuan mencurigakan melalui aplikasi BPOM Mobile.

"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menambahkan, masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia. 

Ia mengajak warga untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum mengonsumsi produk obat maupun makanan.

"Mari kita menjadi masyarakat yang peduli terhadap keamanan obat dan makanan yang kita konsumsi," ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan obat tertentu serta mampu menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing.

"Semoga kesadaran terhadap risiko penyalahgunaan OOT terus meningkat demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BBPOM Jakarta Ajak Masyarakat Waspada Penyalahgunaan Obat

BBPOM di Jakarta Ajak Warga Jaksel Cerdas Memilih Obat

Kamis, 09 April 2026 721

BBPOM   Pemkot Jakpus Bersinergi Gelar Advokasi

Pemkot Jakpus - BBPOM Bersinergi Wujudkan Keamanan Pangan

Selasa, 31 Maret 2026 666

IMG 20260327 WA0057

BBPOM-Pemkab Kepulauan Seribu Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Jumat, 27 Maret 2026 1064

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3474

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 2363

IMG 20260921 WA0072

Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

Senin, 21 September 2026 1201

LRT ujicoba jati

Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

Senin, 21 September 2026 937

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 948

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks