Rabu, 24 Juni 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 106
(Foto: Folmer)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menggelar Sidang Pleno Tim Kerja Mitigasi Aksi Bencana Iklim (MABI) semester I/ 2026 di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).
Rapat Pleno kali ini mengusung tema," Accelerating Climate Resilience and Low Emission Zone Development in Jakarta".
Mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan iklim pada 2030
Dalam kegiatan ini, lima kelompok kerja (Pokja) MABI menyampaikan paparan kegiatan yang telah dilakukan selama semester I tahun 2026.
Pokja IV MABI yang diketuai Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik DKI Jakarta bersama organisasi perangkat daerah lainnya mengangkat narasi utama tentang aksi adaptasi Jakarta untuk penguatan ketahanan iklim.
Dalam paparan tim Pokja IV MABI 2026, Keoala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Shandy Adam mengatakan, narasi utama yang disusun selaras dengan program prioritas Gubernur dalam Pergub 90 Tahun 2021. Serta, fenomena dampak Gozilla El Nino yang membutuhkan diseminasi informasi dengan semangat menguatkan ketahanan iklim di Jakarta dan melibatkan partisipasi masyarakat.
"Dari narasi utama ini, kami mengambil tiga isu utama yakni peningkatan kesehatan warga, akses air bersih perpipaan serta ketahanan pangan berkelanjutan," ujar Adam.
Ia memaparkan, hingga semester I tahun 2026 per 23 Juni 2026 sebanyak 710 produk komunikasi berupa siaran pers, media sosial dan sebagainya untuk mengangkat tiga isu utama.
"Kami menyajikan konten di media sosial yang banyak diakaes Gen Z dan Alpha, walaupun isu MABI berat tapi mudah dimengerti," paparnya.
Ia menjelaskan, Diskominfotik DKI Jakarta telah membuat konsep landing page untuk MABI sebagai hub komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Kami.meminta organisasi perangkat daerah memberikan daya aktual yang akan dimuat pada landing page yang dibuat," imbuhnya.
Sementara Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rosa Ambarsari menjelaskan, Tim Kerja MABI yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 209 tahun 2023 telah banyak memberikan manfaat bagi kota Jakarta.
"Tim MABI berperan memperkuat posisi Jakarta di forum nasional dan internasional melalui koordinasi pelaksanaan aksi iklim yang bersifat lintas sektor dan stakeholder, khususnya dalam mengawal berjalannya aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Jakarta," jelasnya.
Ia berharap, tercipta sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, sektor swasta dan lembaga lainnya baik nasional maupun internasional untuk mengatasi tantangan perubahan iklim.
Melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat, ucap Rosa, diharapkan akan terjadi perubahan perilaku dan penerapan solusi inovatif yang membantu mengurangi risiko bencana, emisi gas rumah kaca, polusi udara dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.
"Semua upaya yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan iklim pada 2030 dengan target penurunan emisi GRK sebesar 30 persen dan ambisius sebesar 50 persen. Serta tidak ada wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi dan sangat tinggi di tahun 2030," tandasnya.