Bappeda Kaji Identifikasi Risiko dan Mitigasi Kendaraan Listrik

Kamis, 23 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 859

Bappeda fakhri

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menggelar kick off kegiatan penelitian dan pengembangan bidang pemerintahan tahun 2026 bertema kebencanaan di Blok H, Balai Kota Jakarta, Kamis (23/4).

Kegiatan ini mengangkat dua fokus utama, yakni manajemen risiko dan kesiapsiagaan, termasuk tata kelola kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi keselamatan kebakaran, serta penguatan peran dan kapasitas BPBD DKI Jakarta pada tahap prabencana hingga pascabencana.

"harus dimitigasi,"

Kepala Pusat Riset dan Inovasi Daerah Bappeda DKI Jakarta, Andhika Ajie mengatakan, transformasi Jakarta sebagai kota global membawa tantangan baru, khususnya dalam aspek kebencanaan yang dipengaruhi perkembangan teknologi.

Menurutnya, kemajuan teknologi seperti kendaraan listrik, kecerdasan buatan, hingga kendaraan otonom berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, meski sebelumnya belum banyak terbayangkan.

“Dalam lima tahun terakhir, pengembangan ekosistem kendaraan listrik semakin masif. Ini tentu baik untuk menekan emisi karbon, tetapi di sisi lain juga memunculkan risiko baru yang harus dimitigasi,” ujar Andhika.

Ia menyoroti penggunaan baterai lithium-ion pada kendaraan listrik yang memiliki potensi risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun di jalan raya. Sebab itu, diperlukan kajian yang komprehensif untuk mengidentifikasi risiko sekaligus merumuskan strategi penanganannya.

“Risiko dari penggunaan kendaraan listrik, terutama terkait kebakaran, perlu diantisipasi melalui tata kelola yang tepat, termasuk strategi pemadaman yang relevan,” katanya.

Selain isu kendaraan listrik, penelitian ini juga difokuskan pada penguatan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, terutama dalam meningkatkan kapasitas menghadapi bencana sejak tahap prabencana hingga pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, Bappeda DKI Jakarta menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga hingga kalangan akademisi. Salah satunya melalui kerja sama dengan Centre for Ageing Studies Universitas Indonesia sebagai pelaksana penelitian.

Andhika berharap, hasil kajian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan berbasis riset (evidence based policy) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, terutama dalam penyediaan data dan informasi. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Jakarta, tetapi juga dapat menjadi acuan bagi kota-kota lain di Indonesia,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
4.647 Kendaraan Listrik Jalani Uji Kir di UP PKB Pulo Gadung

4.647 Kendaraan Listrik Telah Uji Kir di UP PKB Pulo Gadung

Senin, 21 Juli 2025 1511

Ki dki perencanaan pembangunan daerah

Bappeda Komitmen Terapkan Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 10 Februari 2026 888

Bappeda DKI Gelar Jakarta Urban Prospects Forum Bahas Tantangan Aglomerasi

Bappeda DKI Gelar Jakarta Urban Prospects Forum Bahas Tantangan Aglomerasi

Jumat, 23 Januari 2026 1158

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2294

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3818

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 2577

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1107

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1185

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks