Pelaku Usaha di Ciracas Diajak Berkolaborasi Tangani Sampah

Jumat, 19 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 345

Pertemuan pelaku usaha ciracas nurito

(Foto: Nurito)

Pelaku usaha di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur diberikan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah dari sumber. Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Ciracas tersebut diikuti sebanyak 100 pelaku usaha.

"Program pilah sampah"

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan mengatakan, keterlibatan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi volume sampah.

Menurutnya, program pilah sampah yang tengah digencarkan merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam program pilah sampah. Sehingga, perlu dukungan semua pihak, termasuk para pelaku usaha," ujarnya, Jumat (19/6).

Eka menegaskan perlunya gerakan pembuatan lubang biopori jumbo sebagai sarana pengolahan sampah organik rumah tangga, khususnya sisa dapur secara masif. 

"Upaya ini dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibawa menuju ke tempat pembuangan akhir TPST Bantar Gebang," terangnya.

Sementara itu, Camat Ciracas Panangaran Ritonga menjelaskan, para pelaku usaha sengaja diundang untuk membahas peran mereka dalam program pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya. 

Selain mendukung pengadaan fasilitas pendukung, mereka juga diharapkan dapat menjadi mitra aktif dalam menyukseskan program lingkungan tersebut.

"Total ada 100 pelaku usaha yang kami undang. Kami berharap mereka dapat berkolaborasi dalam program pengolahan sampah yang sedang digalakkan Pemprov DKI Jakarta," ungkapnya.

Ia menuturkan, pengelolaan sampah organik memerlukan penanganan lebih kompleks dibandingkan sampah anorganik sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

"Kami menggandeng kader PKK yang memiliki peran strategis dalam mengedukasi dan mendata warga terkait pelaksanaan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga," ucapnya.

Ia memaparkan, sampah kering nantinya akan disalurkan ke bank sampah, sementara sampah organik dikumpulkan dalam tong sampah pilah untuk diolah menjadi kompos. Untuk itu, dukungan pelaku usaha dalam penyediaan sarana pemilahan sampah juga sangat diharapkan.

"Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kader PKK, dan masyarakat, Kecamatan Ciracas optimistis program pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan lebih efektif serta berkelanjutan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Jakarta hasilkan bahan bakar alternatif dari pengolahan sampah

Jakarta Hasilkan Bahan Bakar Alternatif dari Pengolahan Sampah dalam Kota

Rabu, 17 Desember 2025 1520

Pengusaha cipayung jaktim nur

Pelaku Usaha di Cipayung Diajak Berkontribusi Atasi Masalah Sampah

Rabu, 17 Juni 2026 725

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 2008

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5429

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1860

Sudin SDA kepulauan Seribu tanam mangrove ist

105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 1644

LRT jakarta jati2

Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

Senin, 26 Oktober 2026 1497

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1897

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks