Kamis, 18 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 125
(Foto: Anita Karyati)
Ratusan perempuan yang terdiri dari kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), pelajar, dan warga mengikuti Workshop Eco Enzyme di Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon, Jalan Puspa Gading, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading.
"Pembuatan eco enzyme"
Kegiatan yang berlangsung serentak di lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK dan Yayasan Sedulur Bunda Milenial dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bersih Sungai 2026 serta menyambut HUT ke-499 Jakarta.
Ketua TP PKK Jakarta Utara, Fida Hendra mengatakan, lokakarya tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik dan menjaga kelestarian lingkungan.
"Gerakan ini sangat positif karena mengajarkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di rumah. Melalui cara mengolah sampah organik menjadi eco enzyme, kita tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat," ujarnya, Kamis (18/6).
Fida menjelaskan, pelaksanaan workshop di Jakarta Utara tidak hanya dipusatkan di Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon, tetapi juga dilaksanakan secara serentak di enam kecamatan dan sejumlah sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya pencatatan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk pembuatan eco enzyme secara massal.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme para perempuan di Jakarta Utara yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Eco enzyme memiliki banyak manfaat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk mendukung pelestarian lingkungan," terangnya.
Ia menambahkan, TP PKK Jakarta Utara juga melaksanakan panen melon di Kebun Gangnam. Menariknya, sebagian tanaman di kebun tersebut memanfaatkan pupuk cair yang dihasilkan dari proses pengolahan eco enzyme.
"Kami berharap pembuatan eco enzyme dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan diterapkan di lingkungan masing-masing, termasuk untuk menyuburkan tanaman," ungkapnya.
Sementara itu, Perwakilan Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon, Romo Yustinus Kesarianto menyampaikan apresiasi atas sinergisitas yang terjalin dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Kami sudah lama memanfaatkan eco enzyme sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik di lingkungan gereja. Komunitas gereja juga mengembangkan berbagai produk turunan berbahan dasar eco enzyme," bebernya.
Pada kesempatan tersebut, lanjut Romo Yustinus, pihak gereja menyerahkan sejumlah produk hasil olahan eco enzyme kepada TP PKK Jakarta Utara, di antaranya sabun mandi, sabun cair, dan bantal eco enzyme.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan sungai yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," tandasnya.