Rabu, 08 April 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 189
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
"Setelah ini Rusun Tambora kita akan aktivasi,"
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menggelar workshop pengelolaan sampah di Rumah Susun Tambora, RW 01, Angke,Tambora.
Kegiatan ini melibatkan 30 orang peserta dari unsur dasawisma, Karang Taruna tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan, kegiatan workshop ini bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumber sehingga bisa meminimalisir pembuangan residu ke TPST Bantargebang. Selama ini, persoalan sampah di Jakarta Barat, khususnya di kawasan Rusun Tambora diakuinya masih menjadi kendala.
"Setelah ini Rusun Tambora kita akan aktivasi untuk pemilahan sampah dan pengurangan sampah dari sumber," katanya, Rabu. (8/4).
Dilanjutkan Iin, setelah workshop ini akan disambung dengan pembentukan tim yang secara teknis untuk melakukan pengelolaan sampah. Sehingga upaya menekan residu sampah hingga hanya sekitar 30 persen yang dibuang ke TPST Bantar diharapkan bisa terealisasi sesuai target yang ditetapkannya.
Selain itu, sejumlah area di kawasan Rusun Tambora juga didorongnya untuk dimaksimalkan menjadi area interaksi sosial dan permainan anak. Lalu, juga ada bagian lahan yang disiapkan sebagai lokasi pemilahan sampah.
Pemanfaatan lahan secara maksimal itu diyakinkan Iin juga akan menstimulir upaya pengelolaan sampah terpadu. Sebab, seperti kebutuhan kompos untuk tanaman di area publik itu akan didapat dari hasil pengelolaan sampah organik.
Lalu, bagian sampah an organik juga bisa dimaksimalkan menjadi produk kreatif sehingga menambah pendapatan warga. Dengan begitu, diyakinkannya upaya pengelolaan ini tidak hanya mengurangi residu sampah, tapi juga akan berdampak terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
"Jadi apa yang kami lakukan ini adalah bentuk upaya kami untuk memitigasi penumpukan dan pengangkutan sampah agar volume sampah yang diangkut ke Bantar Gebang berkurang," tegasnya.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Hariyadi menambahkan, kegiatan edukasi ini direncanakan digilir ke kecamatan lain di Jakarta Barat. Nantinya para peserta juga akan diberikan materi pelatihan lanjutan agar bisa mengelola sampah menjadi produk bernilai jual seperti kompos cair dan ecobrick serta pembentukan bank sampah.
Kemudian terhadap residu sampah, Hariyadi mengaku pihaknya tengah melakukan kajian pemanfaatan berbagai varian seperti limbah kain dan plastik. Dipastikannya, hasil dari pengelolaan sampah ini bisa menjadi sirkuler ekonomi bagi masyarakat di kawasan sekitar.
Karena itu, setelah kegiatan pihaknya juga memberikan bantuan berupa peralatan untuk membuat kompos cair, tempat sampah pilah, lubang biopori dan alat pembuat lubang biopori.
"Sementara tim yang dibentuk belum maksimal, kami akan dorong UPRS agar tenaga kebersihan Rusun bisa mulai lakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dahulu," tandasnya.