Gotong Royong dan Persatuan Jati Diri Generasi Muda

Rabu, 03 Juni 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 610

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo ist

(Foto: Doc)

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengajak generasi muda menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Rio, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, Pancasila harus menjadi kompas moral yang membimbing generasi muda dalam berpikir, berinteraksi, dan mengambil keputusan.

"tetap relevan,"

“Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar tetap relevan menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Rio, Rabu (3/6).

Ia menilai, upaya membumikan Pancasila tidak bisa hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Sebab itu, Pemprov DKI Jakarta perlu menghadirkan lebih banyak ruang kreatif yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Menurutnya, komunitas kreatif, forum diskusi, konten digital positif, hingga kegiatan kolaboratif dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial.

Rio juga mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif, kewirausahaan muda, dan komunitas berbasis kolaborasi sebagai bentuk nyata penerapan nilai gotong royong dan kemandirian yang terkandung dalam Pancasila.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari maraknya judi online, radikalisme digital, hingga persoalan kesehatan mental.

“Sebagai anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, saya akan terus mendorong penguatan literasi digital, perlindungan anak dan remaja di ruang digital, serta perluasan akses layanan konseling dan pendampingan yang mudah dijangkau generasi muda,” katanya.

Rio menambahkan, media sosial (medsos) juga harus dimanfaatkan secara bijak dengan menjadikan Pancasila sebagai filter moral. Kebebasan berpendapat perlu diiringi tanggung jawab, etika, penghormatan terhadap sesama, serta semangat musyawarah.

Dengan demikian, sambung Rio, generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun polarisasi yang berpotensi mengganggu persatuan.

“Generasi muda Jakarta harus menjadi generasi yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong sebagai jati diri bangsa,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Abnon hbkb tresna2

Pancasila Jadi Jangkar Generasi Muda di Tengah Modernisasi

Selasa, 02 Juni 2026 556

IMG 20260601 WA0025

ASN Pemkot Jakpus Ikut Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 508

IMG 20260601 WA0018

Ali Murthadho Irup Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Walkot Jaksel

Senin, 01 Juni 2026 515

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7572

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 2847

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1745

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 2253

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 2057

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks