Senin, 01 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 249
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Wali Kota setempat.
"Pancasila sebagai ideologi yang hidup"
Upacara diikuti sekitar 500 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko).
Ali menyampaikan, Pancasila merupakan jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Indonesia bukan hanya menjadi penonton dalam percaturan dunia.
"Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, Senin (1/6).
Ali melanjutkan, Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang selama ini dijunjung bangsa Indonesia merupakan instrumen diplomasi yang dibutuhkan dunia untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
Indonesia terus menunjukkan peran kepemimpinan di tingkat global melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.
"Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Alimengingatkan pentingnya memastikan setiap kebijakan publik berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perlindungan dan perhatian pemerintah.
"Saya meminta agar setiap kebijakan publik menjamin hak-hak masyarakat kecil dan tidak membuat rakyat merasa ditinggalkan. Kita juga harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuhnya.
Ali menuturkan, ketangguhan Pancasila telah terbukti dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan telah menjadi denyut nadi bangsa Indonesia.
Ketangguhan tersebut juga tercermin dalam kemampuan Indonesia berdiplomasi di tingkat internasional, baik dalam menyelesaikan konflik regional maupun menghadapi berbagai persoalan geopolitik," ungkapnya.
Pada akhir sambutan, Ali berpesan kepada seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Nilai-nilai tersebut harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.