Petugas Gabungan Akselerasi Penanganan Sampah di Pesisir Muara Angke

Rabu, 03 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 675

Sampah Pesisir Muara Angke anita

(Foto: Anita Karyati)

Petugas gabungan terus melakukan akselerasi penanganan tumpukan sampah yang menghampar di pesisir Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Hingga saat ini, volume sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 20 meter kubik.

"Selesai sepenuhnya dalam waktu satu pekan"

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara, Edy Mulyanto mengatakan, kegiatan pembersihan melibatkan personel gabungan dari Sudin LH Jakarta Utara, Sudin LH Kepulauan Seribu, Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air, serta Kepolisian Air (Polair).

"Hari ini sedikitnya 35 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir dan mengangkut sampah di kawasan pesisir," ujarnya, Rabu (3/6).

Edy menjelaskan, proses pengangkutan sampah dilakukan menggunakan kapal sampah milik Sudin LH Kepulauan Seribu dan Polair.

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Muara Angke. Sampah terbawa aliran dari 12 sungai yang bermuara ke laut. Selain itu, fenomena musim angin barat turut menyebabkan sampah terbawa arus dan menumpuk di kawasan pesisir.

"Sampah ini tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga kiriman dari wilayah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi. Hempasan ombak dan angin mendorong material sampah tersebut hingga menumpuk di kawasan ini," terangnya.

Ia menambahkan, pembersihan sampah di lokasi tersebut sebelumnya telah rutin dilakukan secara manual oleh petugas setempat. Namun, untuk mempercepat penanganan, pihaknya akan mengerahkan alat berat.

Edy menuturkan, pada Kamis (4/6) besok akan dilakukan kerja bakti dengan melibatkan tambahan 50 personel gabungan untuk membantu proses pembersihan.

"Nantinya akan dikerahkan dua unit ekskavator untuk mempercepat pengerukan sampah. Kami menargetkan pembersihan ini dapat selesai sepenuhnya dalam waktu satu pekan ke depan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Sudin LH Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto memaparkan, volume sampah yang berhasil dikumpulkan dalam beberapa hari terakhir cukup signifikan.

"Sampah yang berhasil dikumpulkan sejak dua hari lalu hingga saat ini mencapai 20 meter kubik. Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar kawasan pesisir kembali bersih dan nyaman," ucapnya.

Lukman menyampaikan, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengurangi sampah serta membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan komunitas mangrove setempat untuk melakukan penanaman mangrove setelah proses pembersihan rampung.

"Kami berharap setelah kawasan ini bersih, penanaman mangrove dapat segera dilakukan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pengelolaan sampah dinas lh otoy

Penanganan Sampah dan Penataan Kota Jadi Prioritas Tahun Depan

Selasa, 26 Mei 2026 1495

Pompa Genangan Banjir Rob Jakut tresna doc

Pemprov DKI Tingkatkan Mitigasi Banjir Rob di Kawasan Pesisir

Rabu, 06 Mei 2026 937

RDF Rorotan solusi sampah jakarta rezap

Komisi D Dorong Road Map Penanganan Sampah Jangka Panjang

Jumat, 22 Mei 2026 712

BERITA POPULER
TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 2045

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 1162

Water mist rasuna said tiyo

Sudin LH Jaksel Semprot Water Mist di Dua Ruas Jalan

Jumat, 04 September 2026 1022

Warga Diimbau Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau

Warga Diimbau Tidak Panik dan Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 586

CKG Terintegrasi Tracing TB jaksel otoy

Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

Selasa, 01 September 2026 1431

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks