Kamis, 21 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 189
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 20 warga Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, antusias mengikuti program Peningkatan Keterampilan Masyarakat (PKM) berupa pelatihan gunting rambut (barbershop) di Ruang Pola Lantai 3 Kantor Kelurahan setempat.
Salah seorang peserta, warga RT 02/07, Kelurahan Tanjung Priok, Muhammad Rehan (25), mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ia mendapatkan banyak ilmu baru, mulai dari pengenalan alat hingga teknik mencukur yang modern.
Produktivitas masyarakat menjadi kunci ketahanan wilayah.
"Kami diajarkan materi dasar dan teknik gunting rambut yang sedang tren. Ini menjadi modal berharga bagi saya untuk membuka usaha pangkas rambut sendiri nanti," ujarnya, Kamis (21/5).
Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Tanjung Priok, Oky Muldiana menjelaskan, program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M).
'Pelatihan tini sangat bermanfaat bagi warga, terutama mereka yang sedang mencari kerja.Total ada 20 warga yang ikut pelatihan. Mereka terlihat sangat antusias," tukasnya.
Oky menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi upaya menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.
“Harapannya, program ini dapat terus berlanjut sehingga mampu menciptakan masyarakat yang kreatif, mandiri, dan memperkuat perekonomian keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Jakarta Utara, Kombes Pol Irwan Andy Purnamawan menegaskan, pemberdayaan ekonomi di kawasan rawan merupakan salah satu langkah preventif untuk mencegah kasus penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, produktivitas masyarakat menjadi kunci ketahanan wilayah. Sebagai bentuk dukungan nyata, para peserta juga diberikan bantuan peralatan pangkas rambut.
“Peserta tidak hanya menerima teori dan teknis, tetapi juga mendapatkan peralatan barbershop yang dapat langsung digunakan untuk memulai usaha setelah pelatihan selesai,” ucapnya.
Ia menambahkan, program ini telah memasuki tahun kedua. Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar melalui pelatihan steam kendaraan.
Diharapkan keterampilan aplikatif yang diberikan dapat meningkatkan kualitas hidup peserta.
“Semoga mereka mampu mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha baru yang produktif dan berkelanjutan,” harapnya.