Selasa, 14 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 165
(Foto: Anita Karyati)
Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara kembali menggelar pelatihan intensif melalui program Mobile Training Unit (MTU) di bidang tata rias wajah dan penataan rambut di Jalan Semut, RW 05, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.
"Siap kerja dan memiliki sertifikasi resmi"
Kepala PPKD Jakarta Utara, Faradisa Saforda Basuni mengatakan, pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PKBM Anak Nagari Indonesia (ANI) untum memperluas akses pelatihan bagi masyarakat.
Menurutnya, pelatihan berlangsung selama 22 hari, terdiri dari 20 hari pembelajaran dan dua hari uji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Pelatihan diikuti 10 orang warga. Program ini menjadi langkah nyata untuk mendekatkan pelatihan kepada masyarakat sekaligus mencetak sumber daya manusia yang siap kerja dan memiliki sertifikasi resmi," ujarnya, Selasa (14/4).
Faradisa berharap, para peserta dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa kecantikan serta meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Ia menambahkan, peserta akan memperoleh sertifikasi ganda, yakni sertifikat kelulusan dari PPKD dan sertifikat kompetensi dari BNSP bagi yang dinyatakan lulus.
"Sertifikat ini sangat membantu mereka untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha sendiri sebagai make up artist (MUA)," terangnya.
Instruktur pelatihan, Lala Vanniela Sari menjelaskan, kegiatan ini telah dimulai sejak 6 April 2026 dan akan berakhir pada 6 Mei mendatang. Selama pelatihan, peserta dibekali kurikulum komprehensif yang mengikuti tren industri kecantikan.
Ia memaparkan, pada sepuluh hari pertama pelatihan difokuskan pada teknik merias wajah, mulai dari riasan harian hingga rias karakter. Sepuluh hari berikutnya diisi dengan materi penataan rambut dan perawatan kecantikan.
"Materi yang diajarkan meliputi creambath, hair mask keratin, pewarnaan, smoothing, hingga layanan estetika seperti manicure, nail art, henna, dan pemasangan bulu mata," bebernya.
Ia menyampaikan, peserta sangat antusias mengikuti pelatihan, meski materi yang diberikan cukup padat. Selain keterampilan teknis, mereka juga dibekali pengetahuan dasar pemasaran serta pemahaman produk kecantikan.
"Mereka akan mengikuti uji kompetensi berupa tes tertulis dan praktik. Ujiannya hanya pengulangan dari materi yang telah dipelajari selama pelatihan," imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan PKBM Anak Nagari Indonesia sekaligus peserta pelatihan, Nursariyati (50) menyebut kerja sama ini bertujuan untuk pemberdayaan siswa dan orang tua murid. Program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
"Tidak ada kesulitan selama pelatihan, jadi menambah skill baru. Harapannya, setelah ikut pelatihan ini kami bisa mandiri, membuka usaha, dan menambah penghasilan," tandasnya.