Selasa, 19 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 208
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, mensosialisasikan penerapan kesejahteraan, kesehatan dan sanitasi pemotongan hewan kurban.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, sosialisasi ini bertujuan membekali panitia kurban dengan pengetahuan dan keterampilan teknis terkait proses pemotongan hewan kurban yang sesuai syariat, aman, dan higienis.
Membekali panitia kurban dengan pengetahuan dan keterampilan teknis
“Mulai dari perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih, tata cara penyembelihan yang benar, penanganan daging setelah disembelih hingga pengelolaan limbah hasil pemotongan hewan kurban,” ujarnya, Selasa (19/5).
Novy menjelaskan, pengelolaan limbah kurban juga menjadi bagian penting dalam mendukung Gerakan Pilah Sampah “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi tahun ini diikuti total 150 peserta dan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama diikuti 100 peserta hari ini, terdiri dari pengurus masjid dan panitia kurban dari wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading.
“Tahap kedua akan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Masjid Raudhatul Jannah, Kelurahan Pluit, untuk peserta dari wilayah Penjaringan dan Pademangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, narasumber pada kegiatan tersebut berasal dari akademisi dan tokoh keagamaan. Materi yang diberikan meliputi tata laksana penyembelihan dan penanganan daging hewan kurban serta kurban dalam ajaran Islam.
Novy menuturkan, kegiatan sosialisasi tahun ini berkolaborasi dengan PT Indonesia Power dan Baznas Bazis Kota Jakarta Utara yang memberikan bantuan berupa pisau sembelih dan terpal.
“Kami juga akan melakukan pemeriksaan tempat pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha hingga H+3.Kami berharap panitia dapat menerima petugas pemeriksa saat menjalankan tugas,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengingatkan agar panitia kurban tidak membuang limbah pemotongan hewan sembarangan. Menurutnya, limbah organik seperti jeroan dan isi perut hewan kurban berpotensi menimbulkan penyakit apabila tidak dikelola dengan baik.
“Limbah kurban sebaiknya dikubur atau bisa dimanfaatkan menjadi pakan maggot BSF. Kami berharap seluruh panitia menjaga kebersihan lingkungan agar ibadah kurban menjadi lebih berkah,” tukasnya.
Wawan juga mengimbau pengurus masjid untuk memilah sampah dengan menyediakan tempat sampah terpisah, terutama untuk botol minuman plastik yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.
Salah seorang peserta, perwakilan dari Masjid Baiturrahim, Kelurahan Warakas, Muhammad Rifad (25) mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan banyak pengetahuan baru terkait tata cara pemotongan hewan kurban yang baik dan benar.
“Selain mendapatkan ilmu, kami juga menerima bantuan dua terpal dan satu pisau sembelih yang nantinya sangat membantu pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masjid,” tandasnya.