Rabu, 13 Mei 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 111
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sebanyak 50 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jakarta Barat, Rabu (13/5), mengikuti Sosialisasi Tata Cara Pemotongan dan Penanganan Daging Hewan Kurban yang diadakan Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP).
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Tanti menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan penanganan pemotongan hewan kurban agar bisa terlaksana baik dan sesuai syariat.
"Memberikan pemahaman komprehensif,"
"Kami menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari IPB, Juru Sembelih Halal dan unsur dari MUI Jakarta Barat agar memberikan pemahaman komprehensif pada peserta," katanya.
Selain dibekali pemahaman tentang teknik pemotongan dan syariat mengenai hukum kurban, jelas Tanti, pihaknya juga memberikan bantuan kepada para peserta masing-masing satu bilah pisau potong dan terpal berukuran 3 x 5 meter.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setko Jakarta Barat, Abdurrahman Anwar menambahkan, sebagian besar pelaku pemotongan hewan kurban belum memahami pentingnya kesehatan hewan dan daging.
Ditegaskannya, daging merupakan produk pangan yang mudah rusak sehingga perlu penanganan agar bisa menghasilkan produk dengan kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)
"Faktor yang mempengaruhi kualitas daging di antaranya penyakit, sarana prasarana pemotongan, tata cara penanganan daging, kebersihan lingkungan serta kesehatan petugas," tambahnya.
Karena itu, Ia berharap, kegiatan sosialiasi ini bisa menambah pengetahuan dan keterampilan kepada pengurus DKM dalam penanganan hewan dan daging kurban.
Selain itu, Suku Dinas KPKP Jakarta Barat juga akan melakukan pemeriksaan mulai dari pra hari raya ke lokasi penampungan, hingga antemortem di lokasi penyembelihan hewan kurban.
"Dengan adanya sosialisasi ini, kami harap peserta juga lakukan pemeriksaan hewan dan daging kurban bila tidak terjangkau petugas dengan memperhatikan protokol kesehatan," tandasnya.