UMKM Jakarta Didorong Tembus Pasar Global Lewat Forum RI-Tiongkok

Rabu, 01 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 277

IMG 20260401 191939

(Foto: Istimewa)

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta berpartisipasi dalam Indonesia-China Food & Ecosystem Forum 2026 dan The 14th China Food Trade Fair 2026 yang digelar di Wuhan, Tiongkok, Senin (30/3).

Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan pemilik merek dari Indonesia dan Tiongkok untuk mendorong kerja sama konkret, khususnya di sektor pangan.

"Ini menjadi langkah konkret,"

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, keikutsertaan ini menjadi momentum untuk membuka peluang investasi industri pengolahan pangan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta memperluas pasar ekspor.

“Ini menjadi langkah konkret untuk membuka akses pasar global bagi usaha binaan kami di Jakarta. Kami ingin mereka tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujar Elisabeth, Rabu (1/4).

Ia menilai, potensi pasar Tiongkok sangat besar, terutama untuk produk makanan olahan dan hasil perikanan. Namun, kesiapan dari sisi kualitas, standar, dan kapasitas produksi menjadi kunci agar UMKM mampu bersaing.

Lebih lanjut, Dinas PPKUKM terus melakukan pendampingan, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, sertifikasi, hingga penguatan kemasan dan branding agar sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Selain membuka peluang ekspor, forum ini juga mendorong pelaku usaha masuk ke rantai pasok industri yang lebih luas.

“Dengan begitu, usaha binaan tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri global yang berkelanjutan,” jelasnya.

Forum tersebut dipimpin Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Keduanya menekankan pentingnya memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk UMKM Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Indonesia juga menghadirkan Paviliun Indonesia yang diikuti 17 exhibitor dengan berbagai produk unggulan, mulai dari hasil perikanan hingga makanan olahan bernilai tambah.

Elisabeth menambahkan, forum ini memberikan sejumlah manfaat nyata bagi UMKM Indonesia, seperti terbukanya peluang kontrak dagang dan akses distribusi di pasar Tiongkok, masuknya investasi untuk memperkuat industri pengolahan dalam negeri, hingga transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra global.

“Transfer teknologi akan membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, serta mendongkrak daya saing produk Indonesia di tingkat global,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260316 WA0068

Omzet Bazar UMKM di Jakarta Timur Tembus Rp 148 Juta

Senin, 16 Maret 2026 555

60 Jakpreneur Ramaikan Bazar UMKM di kantor Wali Kota Jaktim

Bazar UMKM di Kantor Wali Kota Jaktim Diikuti 60 Jakpreneur

Jumat, 13 Maret 2026 717

40 UMKM Unggulan Meriahkan Semarak Bazar dan Gema Ramadhan Jakbar

40 UMKM Unggulan Meriahkan Semarak Bazar Jakbar

Rabu, 11 Maret 2026 552

BERITA POPULER
Sampah genangan kramatjati nur2

25 Ton Sampah Sisa Genangan di Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

Kamis, 26 Maret 2026 1975

IMG 20260112 WA0040

Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 815

4.Rano Ajak 400 Anak Nonton Film Pelangi di Mars

Wagub Nonton Pelangi di Mars Bareng Anak Yatim-Piatu

Jumat, 27 Maret 2026 1333

P3k dki jakarta

Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

Minggu, 29 Maret 2026 1037

IMG 20260330 WA0073

Satpol PP Pesanggrahan Tertibkan Puluhan Spanduk dan Baliho

Senin, 30 Maret 2026 782

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks