Senin, 18 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 279
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta melalui Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) berkolaborasi dengan startup Netzme dan Ruangguru meluncurkan platform ‘Gang Dagang’ guna mempercepat transformasi digital UMKM.
Gang Dagang merupakan gim simulasi warung berbasis web yang membantu pelaku UMKM memahami dan mengelola keuangan usaha secara praktis melalui pengalaman bermain yang interaktif.
"Memiliki kebiasaan mencatat keuangan,"
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati berharap, program tersebut dapat meningkatkan literasi keuangan dan digital pelaku UMKM di Jakarta. Menurut dia, Gang Dagang menjadi salah satu upaya Pemprov DKI memperkuat daya saing UMKM agar mampu berkembang di tengah pesatnya ekonomi digital.
“Yang bisa saya harapkan melalui peluncuran Gang Dagang ini adalah memiliki kebiasaan mencatat keuangan, entah itu keuangan rumah tangga dipisahkan dengan keuangan usaha,” ujarnya di Ruang Serbaguna MH Thamrin, Balai Kota Jakarta, Senin (18/5).
Eli, sapaan akrabnya mengatakan, masih banyak pelaku UMKM yang mencampur keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga sehingga menyulitkan pengelolaan bisnis. Sebab itu, melalui program Gang Dagang, pelaku UMKM akan mendapat edukasi pengelolaan keuangan usaha, termasuk membedakan modal, keuntungan, dan kebutuhan pribadi.
“Biasanya itu memang butuh kebiasaan-kebiasaan, bukan berarti kita tidak bisa. Saya yakinkan kita bisa, butuh kebiasaan saja,” katanya.
Selain itu, Eli juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan digitalisasi transaksi melalui QRIS dan platform digital untuk memperluas pasar usaha.
“Saya sudah membuktikan bahwa QRIS kita sudah laku di Jepang. Yuk kita bersama-sama bagaimana QRIS ini bisa dengan mudah dilakukan,” ungkapnya.
Saat ini, sambung Eli, terdapat 400 ribu UMKM binaan Jakpreneur di ibu kota. Ia pun meminta pelaku usaha menjaga kualitas produk, mulai dari kemasan, pelayanan, hingga transparansi bahan produk kepada konsumen.
Eli memastikan, pihaknya terus mendukung UMKM melalui fasilitasi sertifikasi halal, P-IRT, akses bazar, hingga pembiayaan usaha bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Semoga menjadi berkah, membuka lapangan usaha untuk saudara-saudara kita, dan membuat Jakarta semakin global,” tandasnya.
Direktur PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G Saputra mengatakan, Gang Dagang dirancang untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan dan digitalisasi usaha secara berkelanjutan.
Dijelaskan Vicky, berbagai metode pembinaan seperti seminar dan workshop belum cukup efektif mengubah perilaku pelaku UMKM dalam mengelola usaha. Sehingga Gang Dagang dikembangkan selama hampir enam bulan melalui riset dan diskusi mendalam.
“Kita mencari gimana caranya menjadi suatu behavior yang untuk bisa bagian dari mereka,” katanya.
Selain itu, Gang Dagang juga dilengkapi sistem penilaian dan insentif bagi UMKM yang aktif mengikuti pembelajaran serta menerapkan transaksi digital.
“Kami harap ini bisa enggak cuma sekadar wacana hari ini, tapi menjadi solusi yang nyata dan berkelanjutan,” tuturnya.
Chief of Corporate Strategy & Financial Officer Ruangguru, Arman Wiratmoko menilai, literasi keuangan menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Menurut dia, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan produk atau ide bisnis, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam mengambil keputusan dan mengatur keuangan.
“Di situlah literasi keuangan menjadi sangat penting bagi pelaku usaha,” katanya.
Melalui gim Gang Dagang, Arman berharap, pelaku UMKM dapat belajar mengelola usaha dan keuangan secara lebih mudah dan menyenangkan melalui simulasi interaktif.
“Lewat gim ini, pelaku usaha bisa merasakan sendiri bagaimana caranya melakukan pengaturan keuangan, mengelola usaha, mengambil keputusan, dan belajar dari hasilnya,” tandasnya.