Selasa, 12 Mei 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 157
(Foto: Istimewa)
Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) pada Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mendukung pengembangan budi daya perikanan laut bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Tercatat, sebanyak 70.700 ekor bantuan benih ikan laut telah didistribusikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) hingga saat ini.
"memperkuat ekonomi masyarakat pesisir,"
Adapun bantuan benih ikan yang didistribusikan terdiri dari bawal bintang sebanyak 38.000 ekor, kerapu bebek sebanyak 6.000 ekor, serta kakap putih sebanyak 26.700 ekor.
Kepala PBKL Dinas KPKP DKI Jakarta, Andi Dala Jemma mengatakan, proses pendistribusian bantuan benih ikan dilakukan melalui sejumlah tahapan untuk memastikan kualitas dan kondisi ikan tetap optimal hingga diterima masyarakat.
“Sebelum didistribusikan, benih ikan melalui tahapan persiapan mulai dari pemilahan, plotting berdasarkan jenis dan ukuran, hingga proses packing menggunakan media angkut beroksigen untuk menjaga kondisi ikan tetap optimal selama perjalanan,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, sebelum didistribusikan bantuan benih ikan, masyarakat terlebih dahulu mengusulkan surat permohonan melalui Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu. Selanjutnya, surat tersebut diteruskan ke bidang perikanan untuk penerbitan DO (delivery order) ikan yang kemudian ditindaklanjuti oleh PBKL.
Andi berharap program bantuan benih ikan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor budidaya perikanan laut di Kepulauan Seribu.
“Melalui program bantuan benih ini, PBKL berharap dapat meningkatkan produktivitas budidaya laut, mendukung keberlanjutan sektor perikanan, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Kepulauan Seribu,” tandasnya.
Sebagai informasi, terdapat sejumlah tahapan yang dilakukan dalam proses distribusi mulai dari persiapan benih, proses plotting benih, proses packing atau pengemasan, penyesuaian media angkut, pengisian benih dan oksigen, penandatanganan berita acara serah terima (BAST), hingga distribusi kepada penerima.