Kamis, 30 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 208
(Foto: Doc)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan menghadirkan inovasi strategi pengelolaan sampah, khususnya sampah organik melalui metode pengomposan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
"Tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir"
Kepala Sudin LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono mengatakan, pihaknya telah mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah organik, di antaranya melalui metode Biopori Jumbo dan Teba Modern.
"Metode ini kami yakini sebagai cara yang efektif untuk mengurangi, bahkan mengatasi, sampah organik agar tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir," ujarnya, Kamis (30/4).
Dedy menjelaskan, Biopori Jumbo merupakan metode pengolahan sampah organik skala besar dengan menggunakan tong plastik berkapasitas sekitar 30 liter yang dilubangi dan ditanam di dalam tanah.
"Metode ini merupakan pengembangan dari lubang resapan biopori konvensional dengan kapasitas lebih besar untuk menampung sampah dapur maupun daun kering," terangnya.
Sementara itu, Teba Modern merupakan metode pengelolaan sampah organik mandiri berbasis kearifan lokal berupa lubang komposter menyerupai sumur sedalam dua hingga tiga meter yang diperkuat beton dan dilengkapi penutup.
"Metode ini diharapkan mampu mengolah sampah organik langsung dari sumbernya sekaligus mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini sejumlah wilayah di Jakarta Selatan telah mulai menerapkan metode tersebut. Ke depan, pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan ini diharapkan dapat semakin diimplementasikan.
Ia mengimbau warga untuk membiasakan memilah sampah sejak dari meja makan sebagai langkah nyata menuju Jakarta Selatan bebas sampah organik, khususnya dalam pengelolaan sisa makanan (food waste) maupun sampah olahan dapur.
"Kami telah mengarahkan seluruh jajaran di tingkat kecamatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait inovasi ini. Tujuannya, sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi," tandasnya.