Rabu, 29 April 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 159
(Foto: Nugroho Sejati)
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan fenomena El Nino ekstrem dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat terutama bagi populasi rentan, seperti anak-anak dan lansia.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, El Nino ekstrem menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan, kekeringan, serta penurunan kualitas udara terjadi secara bersamaan dan saling memperburuk dampak terhadap kesehatan masyarakat.
"berkontribusi terhadap lonjakan kasus ISPA,"
Menurutnya, suhu tinggi tidak hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi, tetapi juga memperberat penyakit kronis seperti jantung dan paru.
“Pada saat yang sama, kualitas udara yang menurun, termasuk peningkatan partikulat halus, berkontribusi terhadap lonjakan kasus ISPA,” ujar Ani, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan, El Nino akan menjadi risiko yang berdampak pada kesehatan terutama bagi populasi rentan, seperti anak-anak dan lansia.
Sejumlah risiko kesehatan yang mungkin terjadi antara lain:
* Dehidrasi: pada orang yang terpapar langsung dengan suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
* Gangguan pernapasan: Kemarau panjang dapat menyebabkan polusi udara yang meningkat sehingga memperburuk kondisi pernapasan, seperti asma dan penyakit saluran pernapasan lainnya.
* Penyakit kulit: Suhu udara yang tinggi dan kelembaban yang rendah dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan rentan terhadap iritasi.
Untuk menghindari dampak negatifnya, warga Jakarta dapat melakukan beberapa hal, seperti:
* Banyak Minum air: Pastikan untuk minum air yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
* Menggunakan masker: Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan polusi udara.
* Menghindari aktivitas di luar: Hindari beraktivitas di luar ruangan saat suhu udara sangat tinggi, terutama antara pukul 11.00-15.00 WIB.
* Gunakan pelindung diri seperti topi atau payung bila berada di luar rungan.
* Menggunakan tabir surya: Gunakan tabir surya dengan SPF yang tinggi untuk melindungi kulit dari sinar UV.
* Mengikuti informasi cuaca: Pantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca terkini.