Jumat, 17 April 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 114
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang dikhawatirkan akan mengganggu pasokan pangan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan, Jakarta telah menjalin kerja sama dengan daerah lain untuk mengamankan kebutuhan pangan masyarakat.
"bekerja sama dengan pemerintah daerah,"
"Misalnya beras dan yang lain-lain, kami sekarang ini sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah yang sudah berjalan dengan baik," ujar Pramono, dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan I Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4).
Pemprov DKI juga telah mengantisipasi dampak El Nino di daerah produsen agar tak mengganggu hasil panen. Pramono menyebut, Jakarta akan memberikan dukungan sarana produksi, seperti pompa air agar produksi beras tetap terjaga saat musim kemarau.
"Kalau ada persoalan El Nino dan kemudian berdampak pada daerah tersebut, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan bantuan, salah satunya misalnya pompa dan sebagainya," katanya.
Untuk kebutuhan daging, Pramono telah menyetujui Dharma Jaya untuk menambah impor sapi dari Australia. Sebelumnya sebanyak 3.000 ekor dari kuota 7.500 ekor sapi telah didatangkan ke Jakarta.
Gubernur pun meminta agar sisa impor sapi tersebut segera didatangkan untuk memastikan stok kebutuhan daging terjaga aman.
"Saya izinkan untuk segera dimasukkan, lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada kemudian masih harus menunggu di luar," kata dia.
Selain pangan, sektor energi juga menjadi perhatian Pemprov DKI. Meski kebijakan BBM berada di bawah wewenang Pemerintah Pusat, namun Pemprov DKI akan berupaya agar distribusi LPG 3 kg tidak terganggu sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Untuk mendukung kebijakan efisiensi energi, Pemprov DKI pun telah menyiapkan energi alternatif dengan mengembangkan solar panel. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Pramono juga mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum dalam beraktivitas, mengingat konektivitasnya telah mencapai 93 persen sehingga mempermudah mobilitas.
"Kenapa itu dilakukan? Supaya orang kemudian mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov DKI telah memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat untuk mengurangi konsumsi BBM.