BUMD Pangan Jadi Penjaga Stabilitas Harga Hadapi Ancaman El Nino

Sabtu, 18 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1427

Langkah Pemprov DKI Jaga Stok Beras otoy

(Foto: Ilustrasi)

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli menilai, Pemprov DKI perlu memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan dalam menjaga stabilitas harga, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino Godzila yang diprediksi berlangsung pertengahan April hingga Oktober 2026.

Menurut dia, BUMD seperti Food Station tidak cukup hanya berfungsi sebagai pedagang beras, tetapi harus bertransformasi menjadi penjaga stabilitas harga (price stabilizer).

"Cadangan pangan daerah harus aktif,"

“BUMD pangan jangan hanya jadi trader, tapi harus berperan sebagai pengendali harga agar tetap stabil di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Taufik menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat cadangan pangan daerah. Namun, cadangan tersebut tidak boleh bersifat pasif, melainkan harus dikelola secara dinamis dan taktis.

Saat harga mulai naik, cadangan pangan harus segera dilepas ke pasar. Sebaliknya, ketika harga turun, stok dapat ditahan untuk menjaga keseimbangan.

“Cadangan pangan daerah harus aktif. Ketika harga naik, kita intervensi dengan melepas stok, dan saat harga turun kita tahan,” jelasnya.

Selain itu, Taufik mendorong adanya kontrak pasokan jangka menengah dengan daerah produsen. Langkah ini penting agar Jakarta tidak bergantung pada mekanisme pasar sesaat (spot market), terutama saat terjadi kelangkaan.

Dengan skema tersebut, pasokan beras dapat dipastikan bahkan sebelum masa panen tiba.

“Jadi sebelum panen, kita sudah punya kepastian pasokan melalui kerja sama dengan daerah produsen. Ini untuk menghindari rebutan barang di pasar saat kondisi krisis,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan pangan. Jakarta, kata dia, tidak boleh bergantung pada satu daerah produksi saja, melainkan harus memiliki alternatif dari berbagai wilayah.

“Kalau satu daerah mengalami gagal panen atau kekeringan, kita masih punya pasokan dari daerah lain,” ungkapnya.

Di sisi hilir, distribusi pangan perlu diperkuat melalui perluasan operasi pasar murah serta pemanfaatan sistem distribusi digital guna menekan spekulasi harga.

Pada akhirnya, Taufik menegaskan bahwa sistem pangan Jakarta harus bertransformasi dari yang bersifat reaktif menjadi lebih antisipatif dan adaptif.

“Jakarta tidak boleh hanya reaktif. Kita harus membangun sistem pangan yang antisipatif dan adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk El Nino,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Sawah padi gabah rezap2

Antisipasi El Nino, DKI Perkuat Pertahanan Pangan dan Efisiensi Energi

Jumat, 17 April 2026 834

Pramono rano gub dki rezap

Hadapi Geopolitik Global dan El Nino, DKI Siapkan Relaksasi Pajak

Jumat, 17 April 2026 1221

Stok beras Food Station otoy

DPRD Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan di Tengah Ketergantungan Pasokan

Rabu, 01 April 2026 973

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7156

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4845

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2890

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2572

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1256

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks