Kamis, 23 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 250
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mengadakan layanan jemput bola bertajuk Laksana Sultan (Layanan Anak Sekolahnya Sudin Dukcapil Jakarta Selatan) di SMKN 15 Jakarta, Kecamatan Kebayoran Baru.
"Setiap sekolah dapat memanfaatkan layanan ini"
Kepala Sektor Dukcapil Kecamatan Kebayoran Baru, Dwi Basuki mengatakan, program tersebut merupakan bentuk layanan proaktif untuk mempermudah administrasi kependudukan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, layanan ini difokuskan pada perekaman KTP elektronik (KTP-el) bagi pelajar berusia 16 tahun serta pencetakan KTP bagi yang sudah berusia 17 tahun.
"Selain perekaman bagi peserta didik, terdapat juga layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi guru serta konsultasi administrasi kependudukan lainnya,' ujarnya, Kamus (23/4).
Dwi menjelaskan, berdasarkan pendataan awal dari pihak sekolah, target sasaran kegiatan di SMKN 15 Jakarta sekitar 60 pelajar. Pihaknya juga memberikan kemudahan dengan mengantarkan KTP-el yang telah dicetak langsung ke sekolah dan dilanjutkan dengan proses aktivasi IKD.
"Kami berharap setiap sekolah dapat memanfaatkan layanan ini. Dengan demikian, saat pelajar genap berusia 17 tahun, mereka tidak perlu lagi melakukan perekaman di kantor kelurahan dan cukup mengambil KTP di sekolah," terangnya.
Ia menambahkan, terkait transformasi digital, target aktivasi IKD di wilayah DKI Jakarta saat ini sebesar 30 persen dan akan terus ditingkatkan.
"Identitas digital dinilai lebih praktis karena dapat diakses melalui telepon seluler," ungkapnya.
Dwi menuturkan, penerapan identitas digital menjadi penting karena layanan publik kini berbasis Satu Data. Nomor Induk Kependudukan (NIK) berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
"Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan, penyaluran bantuan sosial, hingga layanan perbankan yang ke depan tidak lagi memerlukan KTP fisik," bebernya.
Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari menyampaikan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan golongan darah, tekanan darah, serta deteksi penyakit tidak menular bagi siswa dan guru.
"Data hasil pemeriksaan ini akan diintegrasikan dengan sistem Dukcapil," ucapnya.
Sementara itu, Staf Tata Usaha SMKN 15 Jakarta, Ahmad Mustopa mengapresiasi layanan jemput bola tersebut karena sangat membantu pelajar dalam mengurus dokumen kependudukan.
"Para murid tidak perlu lagi meluangkan waktu ke kantor kelurahan. Selain itu, KTP mereka juga diantarkan langsung ke sekolah," imbuhnya.
Ia memaparkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 61 peserta didik yang terdiri dari mayoritas pelajar kelas X dan sekitar 11 pelajar dari kelas XI.
"Harapan kami, kolaborasi ini dapat terus berlanjut. Secara umum kegiatan berjalan lancar, meskipun terdapat beberapa siswa yang sudah melakukan perekaman mandiri sebelumnya," tandasnya.