Selasa, 14 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 100
(Foto: Nurito)
Program bank sampah di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur mulai menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar urusan kebersihan, kegiatan ini bahkan mampu menghasilkan jutaan rupiah dari sampah non-organik.
"Adanya bank sampah ini membuat kami senang"
Lurah Cibubur, Rony Abdullah mengatakan, seluruh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang berjumlah 82 orang diwajibkan menyetor sampah non-organik setiap bulan.
"Minimal lima kilogram per orang, meski pada praktiknya jumlah yang dikumpulkan jauh melebihi target," ujarnya," Selasa (14/4).
Rony menjelaskan, sampah yang dikumpulkan berasal dari berbagai sumber, mulai dari rumah masing-masing, hasil menyapu jalan sesuai wilayah tugas, hingga lingkungan sekolah.
"Semua dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah kelurahan," terangnya.
Menurutnya, dalam satu kali penimbangan yang dilakukan dua pekan sekali, volume sampah mencapai 400 hingga 1.000 kilogram dengan nilai penjualan berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta.
"Uang yang terkumpul tidak langsung dibagikan, baru pada akhir tahun hasil tersebut dibagikan kepada petugas PPSU sesuai kontribusi masing-masing. Selain itu, dana juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, bakti sosial, hingga kegiatan rekreasi bersama," ungkapnya.
Ia menuturkan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi beban sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang selama ini menjadi lokasi pembuangan utama sampah Jakarta.
Sementara itu, salah seorang petugas PPSU Kelurahan Cibubur, Adi Prima mengaku program ini membuatnya lebih semangat bekerja dan rutin mengumpulkan sampah dari berbagai sumber, termasuk dari SDN Cibubur 03.
"Adanya bank sampah ini membuat kami senang, selain mendukung program pemerintah juga bisa menghasilkan uang buat kami," tandasnya.