Selasa, 14 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 167
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Satuan Pelaksana Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menyerahkan 199 Kartu Indentitas Anak (KIA) bagi peserta didik di SDN Kebayoran Lama Utara 11.
"Penjangkauan layanan Adminduk"
Kepala Satpel Dukcapil Kebayoran Lama Utara, Satibi Darwis mengatakan, KIA yang diserahkan ini merupakan hasil dari program layanan jemput bola administrasi kependudukan (Adminduk) yang kini bukan hanya menyasar tingkat SMA, namun juga SD
"Pelaksanaan hari ini merupakan yang kelima kita lakukan, dari total enam sekolah dasar yang menjadi target penjangkauan layanan Adminduk di wilayah Kelurahan Kebayoran Lama Utara," ujarnya, Selasa (14/4).
Satibi menjelaskan, kegunaan KIA bagi peserta didik ini sangat banyak sekali. Salah satunya, bermanfaat jika anak-anak ingin bepergian jauh atau ke luar daerah KIA sangat dibutuhkan.
"Terlebih lagi, program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan sebagainya, mempersyaratkan kepemilikan KIA," terangnya.
Selain melakukan penyerahan KIA, lanjut Satibi, Satpel Dukcapil Kecamatan Kebayoran Lama juga melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi guru dan orang tua murid.
"Untuk hari ini, aktivasi IKD telah mencapai hampir 191 orang. Alhamdulillah mereka sangat antusias. Dalam layanan hari ini ada juga ada guru atau orang tua murid dari luar Kebayoran Lama Utara dan tetap kita berikan pelayan dengan optimal," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite SDN Kebayoran Lama Utara 11, Neneng Canifa menyampaikan terima kasih kepada Satuan Pelaksana Dukcapil Kebayoran Lama Utara yang telah membantu para orang tua murid di sini dalam mempermudah pembuatan KIA dan IKD.
Menurutnya, jika tidak ada jemput bola, proses tersebut dirasa cukup sulit karena warga harus datang langsung ke kantor kelurahan. Sehingga, dengan adanya kegiatan ini, seluruh orang tua murid di sini merasa sangat terbantu.
"Saya berharap akan ada tahap selanjutnya. Sebab, tadi ada beberapa orang tua murid yang belum bisa memanfaatkan layanan ini," tandasnya.