Bapemperda Tampung Masukan Publik Susun Raperda SPAM

Selasa, 14 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 723

Bapemperda Tampung Masukan Publik Susun Raperda SPAM

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

RDPU digelar secara hibrida dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi nonpemerintah (NGO), organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi kepemudaan.

“Kami masih menerima masukan,"

Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz mengatakan, pihaknya telah menampung berbagai masukan publik, terutama terkait kualitas air yang dinilai belum terjaga hingga ke tingkat pelanggan.

Menurut dia, penurunan kualitas tersebut antara lain disebabkan oleh kebocoran serta kondisi jaringan pipa yang belum optimal. Oleh karena itu, masyarakat mendorong agar air yang disalurkan tetap layak minum hingga ke pelanggan.

Selain kualitas, aspek kuantitas juga menjadi perhatian. Aziz mengakui masih terdapat keluhan warga terkait distribusi air yang tidak lancar.

“Masih ada laporan air tidak mengalir hingga berhari-hari. Ini menjadi perhatian serius dalam pembahasan Raperda,” ujarnya, Selasa (14/4).

Di sisi lain, tambah Aziz, tarif air juga menjadi kekhawatiran publik. Masyarakat menilai keberadaan Raperda SPAM berpotensi membuka ruang kenaikan tarif.

“Harapan masyarakat, kualitas baik, distribusi lancar, dan tarif tetap terjangkau,” kata Aziz.

Ia memastikan seluruh masukan yang disampaikan dalam RDPU akan diakomodir dalam pembahasan Raperda. Bapemperda juga membuka ruang partisipasi publik secara lebih luas.

“Kami masih menerima masukan, baik secara tertulis maupun melalui audiensi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aziz menegaskan isu swastanisasi dalam Raperda SPAM juga menjadi perhatian parlemen Kebon Sirih. Ia pun telah mengingatkan agar pengelolaan air tidak mengarah pada praktik monopoli yang dapat membebani masyarakat.

“Jangan sampai air dikuasai segelintir pihak sehingga tarif meningkat dan memberatkan warga,” tegasnya.

Aziz juga mendorong penerapan skema subsidi silang dalam tarif air, di mana kelompok masyarakat mampu dapat membantu meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Untuk masyarakat rentan, kami berharap ada kebijakan yang meringankan, bahkan jika memungkinkan digratiskan. Air merupakan kebutuhan dasar,” tandas Aziz.

BERITA TERKAIT
Air bersih ilus2

Raperda SPAM Tekankan Pemenuhan Hak Air Bersih dan Perlindungan Lingkungan

Senin, 13 April 2026 887

Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo rezap

Ini Pandangan Umum Fraksi DPRD DKI Terhadap Raperda SPAM

Senin, 13 April 2026 888

Gubernur pramono paripurna rezap

Dorong Raperda SPAM, Pramono Tekankan Perluasan Layanan Perpipaan

Senin, 13 April 2026 1072

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 6879

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 3394

Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5677

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 1753

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1229

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks