Senin, 06 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 195
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mengadakan Bina Kependudukan dan Sosialisasi bagi Pendatang Baru di RW 02, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu.
"Layanan proaktif atau jemput bola"
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Shanti mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan serentak se-DKI Jakarta ini mencakup beberapa hal, salah satunya adalah sosialisasi kepada warga yang baru datang ke Jakarta untuk segera melapor dan tertib administrasi kependudukan (Adminduk).
"Kami juga melakukan layanan proaktif atau jemput bola untuk semua urusan Adminduk. Layanan meliputi perekaman KTP-elektronik bagi pemula, penggantian KTP-elektronik yang rusak atau hilang, permohonan Akta Kelahiran, pemutakhiran data Kartu Keluarga (KK), serta berbagai layanan lainnya," ujarnya, Senin (6/4).
Shanti menjelaskan, terkait pendataan pendatang baru, pihak Dukcapil hanya dapat mengetahui data mereka yang secara resmi melaporkan kedatangannya ke pihak kelurahan dengan membawa Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI).
Menurutnya, Dinas Dukcapil telah menyediakan dasbor yang datanya dapat dipantau oleh masyarakat melalui tautan tersedia.
"Pelaporan juga dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau dengan mendatangi kantor kecamatan, terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori penduduk nonpermanen," bebernya.
Shanti menuturkan, hingga hari ini tercatat sebanyak 14 orang telah melaporkan kedatangannya di Kelurahan Pejaten Timur. Sementara, untuk se-Kecamatan Pasar Minggu terdata sebanyak 105 orang.
"Pendataan sudah dimulai sejak 25 Maret, tepat setelah libur Lebaran berakhir. Data ini akan terus berubah seiring penyelesaian pelaporan," terangnya.
Shanti menyebut, sejauh ini, proses pendataan berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun jaringan. Namun, pihaknya tetap mengimbau warga yang datang dengan SKPWNI untuk segera melapor ke kelurahan.
Selain dokumen tersebut, lanjut Shanti, pendatang juga perlu menyertakan surat jaminan atau surat keterangan tidak keberatan dari pemilik rumah yang alamatnya akan digunakan.
"Sebagaimana sering disampaikan Pak Gubernur, Jakarta adalah kota yang terbuka bagi siapa saja. Namun, pendatang diharapkan memiliki kesiapan, baik berupa keterampilan kerja, dokumen kependudukan dari daerah asal, maupun kepastian tempat tinggal di Jakarta," ungkapnya.
Ia berharap, masyarakat lebih sadar untuk melaporkan keberadaannya saat tiba di Jakarta, baik bagi yang berencana pindah secara permanen maupun nonpermanen.
Ia memaparkan, pendataan masih akan dilakikan himgga 30 April mendatang. Selain hari ini, pihaknya juga mengagendakan kegiatan serentak berikutnya pada 20 April. Meski demikian, setiap kelurahan tetap akan melaksanakan sosialisasi mandiri sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan masing-masing.
"Pentingnya pelaporan ini memiliki dua sisi manfaat. Bagi pemerintah, data ini diperlukan untuk akurasi perencanaan pembangunan daerah agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Bagi warga, pelaporan ini sangat krusial dalam situasi darurat, seperti jika terjadi musibah atau kecelakaan," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pendatang asal Cianjur, Jawa Barat, Siti Rohma (26) mengapresiasi pelayanan Dukcapil yang sangat mudah, informatif hingga mudah dipahami terkait Adminduk.
"Saya mendapatkan informasi adanya pendataan pendatang baru. Saya dengan segera melakukannya agar saya kerja di sini juga enak, tidak terbebani apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan Adminduk," tandasnya.