Senin, 30 Maret 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 251
(Foto: Nurito)
Kota Administrasi Jakarta Timur kembali mencatatkan capaian signifikan dalam program pertanian perkotaan. Sebanyak 6,5 ton komoditas sayur-mayur dan perikanan berhasil dipanen dalam kegiatan Panen Raya Serentak hari ini.
"Potensi besar urban farming"
Pelaksanaan panen dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta, Endang Nugrahani Pramono di Greenhouse Agro Eduwisata Pulogebang, Cakung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta, Dewi Rano Karno, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, serta Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.
Dalam dialog virtual dengan kader PKK di lima wilayah, Hani Pramono menyoroti berbagai tantangan dalam pengembangan urban farming, mulai dari kendala teknis hingga upaya menarik partisipasi masyarakat dan dukungan CSR.
"Bagaimana tantangan di lapangan, serta upaya kader dalam mengatasinya dan menarik keterlibatan masyarakat maupun CSR menjadi hal penting agar program ini terus berkembang," ujarnya, Senin (30/3).
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menjelaskan, panen serentak di wilayahnya dilaksanakan di 423 lokasi yang tersebar di berbagai titik, seperti pekarangan warga, kelompok tani (Poktan), lahan tidur, RPTRA, gedung perkantoran, sekolah, hingga rumah susun.
"Hasil panen di Jakarta Timur mencapai kurang lebih 6,5 ton. Ini menunjukkan potensi besar urban farming dalam mendukung ketahanan pangan," terangnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut, bahkan ditingkatkan frekuensinya agar mampu memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah Jakarta Timur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengapresiasi capaian Jakarta Timur yang menjadi wilayah dengan jumlah titik panen terbanyak, yakni 423 lokasi dari total 807 titik panen di seluruh DKI Jakarta.
Menurutnya, capaian ini sejalan dengan pengembangan desain besar pertanian perkotaan yang terus didorong untuk mengatasi keterbatasan lahan, sumber daya manusia, dan faktor iklim.
"Saat ini, produksi pangan dari dalam Jakarta baru mampu memenuhi sekitar dua persen kebutuhan. Ke depan, kami menargetkan dapat meningkat menjadi lima persen pada 2030," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto merinci total hasil panen tersebut terdiri dari 3.428 kilogram sayuran, 2.134 kilogram hasil perikanan, 403 kilogram buah-buahan, 262 kilogram tanaman pangan, 243 kilogram cabai, serta 49 kilogram tanaman obat keluarga (Toga).
Ia menuturkan, pengembangan budi daya cabai terus dilakukan untuk menjaga pasokan. Salah satunya melalui greenhouse di Pulogebang yang memiliki luas 144 meter persegi dengan sekitar 600 pohon cabai.
"Ada potensi produksi sekitar 1,5 kilogram per pohon. Sehingga, total hasil panen dapat mencapai 900 kilogram hingga 1,2 ton per tahun," tandasnya.