Senin, 30 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 216
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar Panen Raya Serentak di 177 lokasi.
"Dilakukan secara konsisten"
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Urban Farming tingkat Provinsi DKI Jakarta yang dilaksanakan di berbagai lokasi, mulai dari RPTRA, kelompok tani (poktan), hingga area budi daya mandiri warga di 65 kelurahan.
"Kegiatan ini kami lakukan secara rutin setiap tiga bulan, mulai dari proses penanaman kembali hingga pemanenan. Saat panen serentak seperti hari ini, seluruh titik menghasilkan panen," ujarnya saat mengikuti kegiatan secara daring di RPTRA KKO Marinir, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Senin (30/3).
Diah merinci, dari 177 titik lokasi panen, dihasilkan 560 kilogram cabai rawit, 300 kilogram terung, 325 kilogram tomat, 800 kilogram sayuran seperti pakcoy, kangkung, dan selada, serta 500 kilogram buah-buahan seperti buni, jeruk, jambu jamaika, dan jambu air. Selain itu, sebanyak 780 kilogram ikan nila juga dipanen dari kolam gizi.
Ia menambahkan, panen buah-buahan tersebut merupakan bagian dari program "Sejuta Tanaman Langka" dengan bertujuan melestarikan tanaman yang mulai jarang ditemukan.
"Buah-buahan yang dipanen hari ini merupakan bagian dari upaya pelestarian tanaman langka," terangnya.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat perlu melakukan evaluasi usai pelaksanaan panen, terutama terkait ketersediaan tanaman tertentu seperti matoa yang masih tergolong langka. Hal ini penting agar ke depan tanaman tersebut dapat dibudidayakan lebih luas.
"Kami berharap kegiatan ini terus dilakukan secara konsisten, disosialisasikan secara luas, dan dipantau secara berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Sayid Ali berharap, program swasembada pangan melalui urban farming dapat membantu menekan laju inflasi, terutama pada momen tertentu.
"Melalui semakin banyaknya lokasi panen, kami ingin memastikan tidak ada warga Jakarta Selatan yang kekurangan pangan," tandasnya.