Dinas LH DKI Pertegas Komitmen Pengurangan Sampah dari Sumber

Jumat, 27 Maret 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 900

Kontribusi Bank Sampah Lestari Lakukan Pemilahan Sejak Dini tiyo

(Foto: Doc)

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menegaskan komitmen pengurangan sampah dari sumber melalui pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal itu disampaikan pada momentum halalbihalal Idulfitri 1447 H.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, halalbihalal harus dimaknai lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang refleksi memperbaiki cara kerja yang lebih disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"harus dimulai dari pemilahan sejak dari sumber,"

“Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi momentum untuk berbenah. Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Jakarta. Karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa lagi bertumpu pada pengangkutan dan pembuangan di akhir, tetapi harus dimulai dari pemilahan sejak dari sumber,” ujarnya, Jumat (27/3).

Asep menekankan, penguatan pemilahan dan pengurangan sampah di tingkat masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta agar memastikan sistem pengelolaan berjalan konsisten dari hulu hingga hilir tanpa terputus.

Ia juga meminta para PJLP Pendamping Bidang Pengelola Sampah di tingkat RW (BPS RW) untuk terus memperkuat edukasi dan pendampingan kepada warga, agar budaya memilah dan mengurangi sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Di sisi lain, petugas pengumpul sampah atau tukang gerobak agar terus menjaga agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur,” katanya.

Asep menyampaikan, dalam proses pengangkutan, tidak boleh ada lagi pencampuran sampah hingga ke fasilitas pengolahan. Hal yang sama juga berlaku di TPS, di mana sampah yang masuk harus tetap dalam kondisi terpilah dan dikelola sesuai kategorinya.

“Termasuk petugas Penanganan Sampah Badan Air agar melakukan pemilahan dan pengolahan di fasilitas UPSBA,” ucapnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan pengelolaan di TPST Bantargebang harus berjalan sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), sekaligus mengoptimalkan seluruh proses pengolahan secara terpadu.

Selain itu, jajaran Suku Dinas dan Satuan Pelaksana diminta mengoptimalkan berbagai fasilitas pengolahan di lingkungan warga, mulai dari bank sampah, komposting, hingga biokonversi maggot BSF.

Menurutnya, langkah ini penting agar sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber dan tidak seluruhnya bermuara ke TPST Bantargebang.

“Nilai Idulfitri seperti kejujuran, keikhlasan, dan tanggung jawab harus tercermin dalam kerja kita. Apa yang kita lakukan berdampak langsung pada lingkungan dan keselamatan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kodam jaya ewaste ist

Dinas LH Apresiasi Pengumpulan e-Waste oleh Kodam Jaya

Senin, 23 Februari 2026 759

Bank sampah sehati otoy

Ketua DPRD Ajak Warga Aktif Pilah Sampah

Sabtu, 14 Maret 2026 870

Bank Sampah Sejahtera RW 06 Gunung Efektif Kelola Sampah Jadi Cuan

Warga RW 06 Kelurahan Gunung Aktif Pilah Sampah

Selasa, 27 Januari 2026 761

BERITA POPULER
MRT Jam operasional jati

Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

Rabu, 24 Juni 2026 2567

Satpol pp dki jakarta 1

190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

Jumat, 26 Juni 2026 711

Parkir jakarta 2

Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

Kamis, 25 Juni 2026 779

1000387441

84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

Kamis, 25 Juni 2026 679

Pramono Anung Sapa Warga HBKB Rasuna Said

HBKB di Rasuna Said Ditiadakan 28 Juni 2026

Jumat, 26 Juni 2026 472

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks