Jumat, 20 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 179
(Foto: Istimewa)
Satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, kian menunjukkan arah pembangunan Jakarta pada penguatan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan.
Dalam kerangka membangun Jakarta dari bawah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat peran badan usaha milik daerah sebagai mitra strategis pembangunan, termasuk PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, yang menerjemahkan kebijakan pembangunan tersebut ke dalam proyek-proyek infrastruktur, pengelolaan aset, dan investasi yang terukur dampaknya, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
"memperkuat konektivitas kawasan yang ramah publik,"
Sepanjang tahun pertama kepemimpinan tersebut, pembangunan tidak semata dipahami sebagai proses fisik, melainkan sebagai upaya menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
Dirut PT Jakpro (Perseroda), Iwan Takwin mengatakan, dalam konteks ini Jakpro memperkuat pendekatan yang berangkat dari kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan, diterapkan dalam proyek dan pengelolaan berbagai aset strategis kota, seperti pada proyek dan operasional LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, dan Jakarta International Velodrome.
“Yang dioptimalkan tidak hanya sebagai infrastruktur kota, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, yang mendorong keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal, memperkuat konektivitas kawasan yang ramah publik, serta mendukung kontribusi terhadap target dekarbonisasi kota,” ujar Iwan Takwin, Jumat (20/2).
Ia menyampaikan, seluruh langkah tersebut diarahkan agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Iwan menegaskan bahwa setiap inisiatif perusahaan harus memberikan dampak yang nyata dan terukur.
“Kami tidak berhenti pada pembangunan fisik. Aset strategi kota harus hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi warga,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Jakpro tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi memastikan setiap tahapan pembangunan dan pengelolaan dijalankan dengan tata kelola yang kuat dan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi, sehingga arah pembangunan kota benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berbagai mandat strategis telah dijalankan Jakpro untuk mendukung pembangunan kota yang inklusif dalam satu tahun terakhir. Jakarta International Stadium (JIS) terus diperkuat fungsinya sebagai pusat kegiatan multifungsi, tidak hanya untuk olahraga berskala internasional, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial bagi masyarakat luas.
Pada 25 Januari 2025, Gubernur DKI Jakarta secara resmi melakukan peletakan batu pertama Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan kawasan JIS dengan Ancol.
“Kehadiran JPO tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas pejalan kaki dan memperkuat integrasi kawasan,” katanya.
Di sektor kebudayaan, Jakpro mendukung upaya menjadikan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai kawasan wisata edukatif dan inklusif. Salah satu capaian yang mendapat perhatian publik adalah diaktifkannya kembali Teater Bintang Planetarium pada 24 Desember 2025.
“Upaya tersebut berdampak pada peningkatan kunjungan masyarakat, dengan rata-rata 67.000 pengunjung selama periode libur akhir tahun, sekaligus memperkuat peran Jakarta sebagai pusat kebudayaan di kawasan Asia,” tuturnya.
Sementara itu, Jakarta International Velodrome bertransformasi menjadi venue serbaguna yang mampu menyelenggarakan berbagai ajang kelas dunia, termasuk SEA V League 2025 dan konser musik internasional.
“Transformasi ini menunjukkan bagaimana aset olahraga dapat dioptimalkan menjadi penggerak aktivitas sosial dan ekonomi tanpa menghilangkan fungsi utamanya,” ungkap Iwan.
Di bidang transportasi publik, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Rawamangun hampir mencapai 90 persen dengan deviasi progres yang konsisten positif.
Ia menyampaikan, Jakpro juga menegaskan komitmennya dalam mendorong kawasan Manggarai sebagai pusat integrasi antarmoda melalui pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B.
Iwan menjelaskan, stasiun ini dirancang terintegrasi dengan KRL Commuter Line, KA Bandara, dan Transjakarta, sehingga menghadirkan kemudahan perpindahan moda yang lebih efisien dan nyaman.
“Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat nilai kawasan tanpa mengubah karakter sosial masyarakat setempat,” ucapnya.
Lebih jauh, Jakpro turut berkontribusi aktif dalam mendukung komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2050.
Iwan menjelaskan, komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan inisiatif strategis JakGreen, yang menjadi kerangka kerja perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan ke dalam pengelolaan aset dan pembangunan infrastruktur.
Jakpro memandang penerapan proyek-proyek hijau sebagai langkah penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus menjaga kualitas hidup warga kota, sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
Ia menambahkan, melalui berbagai langkah tersebut, Jakpro berkontribusi dalam mendukung Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Di antaranya, menghadirkan ruang kota yang nyaman untuk dihuni, memperkuat daya tarik wisata dan interaksi budaya, meningkatkan kualitas lingkungan, memperluas konektivitas intra dan antarkota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi yang inklusif.
“Seluruh upaya ini menjadi bagian dari komitmen Jakpro untuk membangun Jakarta dari bawah, bersama warga, dan untuk masa depan kota yang lebih berkelanjutan,” tandasnya.