Anggaran Penanganan Banjir Jakarta Dipastikan Tak Dipangkas

Rabu, 21 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 1315

Petugas melakukan pemeriksaan pompa mobile untuk penanganan banjir

(Foto: Reza Pratama Putra)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap memprioritaskan upaya penanganan banjir dengan menyiapkan berbagai infrastruktur pengendali banjir. Tak hanya itu, alokasi anggaran penanganan banjir dan mitigasi cuaca juga dipastikan tidak akan terdampak pengurangan APBD 2026.

"tidak ada pengurangan,"

”Jadi hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut, dan juga pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya men-stressing bahwa tidak ada pengurangan," tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan upaya penanganan banjir harus disiapkan dengan baik. Ia melanjutkan, Pemprov DKI bahkan menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama sebulan penuh. Biasanya, OMC ini hanya disiapkan untuk satu hingga tiga hari.

Alokasi anggaran OMC untuk sebulan penuh ini disiapkan guna mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem yang melanda Jakarta.

"Kami tidak ingin kemudian, karena memang cuaca-cuaca ini lagi ekstrem sekali. Hampir semua sepanjang Pantai Utara Jawa kan hari ini juga masih kebanjiran semua," kata dia.

Meski tengah menghadapi cuaca ekstrem, namun Pramono menyebut banjir yang terjadi di Jakarta lebih cepat surut dibandingkan daerah lainnya. Hal ini didukung dengan adanya fasilitas infrastruktur pengendali banjir yang sudah siap beroperasi penuh.

"Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu. Walaupun, kalau kemudian curah hujannya rata-rata seperti hari Sabtu-Minggu di atas 250, itu pasti akan terjadi genangan banjir di mana-mana," jelas Pramono.

Terkait dampak kemacetan yang selalu terjadi saat hujan deras, Pramono membuka peluang adanya kebijakan untuk menerapkan Work From Home atau WFH jika curah hujan kembali tinggi. Kebijakan ini terutama diberlakukan untuk para siswa di Jakarta.

"Kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan Work From Home, terutama untuk anak-anak didik kita," tandas Pramono.

BERITA TERKAIT
Atasi Banjir, Pemkot Jakbar Akan Bangun Pintu Air di Kelurahan Kamal

Pintu Air dan Waduk Solusi Banjir di Kamal

Rabu, 21 Januari 2026 1011

Masyarakat diminta waspada cuaca ekstrem beberapa hari ke depan

Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta 21-27 Januari

Rabu, 21 Januari 2026 986

Konferensi pers realisasi APBD 2025 di Balairung, Balai Kota, Rabu (21/1)

APBD 2025 Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Rentan

Rabu, 21 Januari 2026 1160

Bus sekolah ramah disabilitas

Peluncuran 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas Diapresiasi

Rabu, 21 Januari 2026 672

BERITA POPULER
Ratusan Personel Gabungan Gelar Razia Parkir Liar di Jaktim

Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Senin, 08 Juni 2026 1716

Sampah laut Jakarta bilal

Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

Minggu, 07 Juni 2026 1591

Proyek pekerjaan padatkarya jati2

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

Jumat, 05 Juni 2026 2105

Ketua dprd dki suhud

Program Padat Karya Perluas Kesempatan Kerja Warga Jakarta

Rabu, 10 Juni 2026 649

Penumpang transjakarta otoy

Penyesuaian Tarif Transjakarta Layak Dikaji untuk Jaga Keberlanjutan Layanan

Rabu, 10 Juni 2026 535

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks