APBD 2025 Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Rentan

Rabu, 21 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 1514

Konferensi pers realisasi APBD 2025 di Balairung, Balai Kota, Rabu (21/1)

(Foto: Reza Pratama Putra)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprioritaskan berbagai kebijakannya untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah rentan melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang baik.

"APBD DKI Jakarta diarahkan untuk melindungi daya beli masyarakat,"

Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat memaparkan realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 dalam konferensi pers yang digelar di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).

"APBD DKI Jakarta diarahkan untuk melindungi daya beli masyarakat khususnya bagi kelompok menengah rentan melalui berbagai kebijakan," ujar Pramono.

Sejumlah kebijakan tersebut di antaranya yakni pemberian insentif fiskal daerah sebesar Rp7,14 triliun kepada 2,3 juta objek pajak. Selain itu, belanja bantuan sosial untuk pendidikan, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial yaitu sebesar Rp4,3 triliun.

“Serta pemberian subsidi transportasi, pangan, pengelolaan air limbah dan air minum mencapai Rp6,4 triliun," lanjutnya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga tidak menaikkan tarif transportasi umum Jakarta pada 2025, seperti Transjakarta, LRT, dan MRT. Pramono juga menyampaikan kebijakan Pemprov DKI untuk memberikan keringanan tarif air bagi 386.963 pelanggan atau 34,8 persen dari total pelanggan melalui Kartu Air Sehat.

Sementara itu, angka inflasi di Jakarta sendiri tercatat terjaga 2,63 persen (yoy) pada Desember 2025, yang lebih rendah dari inflasi nasional, yakni 2,92 persen.

Untuk menjaga inflasi, Pramono mengaku terus melakukan monitoring harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi, serta melakukan komunikasi publik yang efektif.

Upaya Pemprov DKI untuk menjaga daya beli juga dilakukan terhadap para pekerja. Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar 6,17 persen pun menunjukan keberpihakan Pemprov DKI terhadap kesejahteraan pekerja.

"Kenaikan UMP ini diharapkan dapat menjaga konsumsi masyarakat dan memperkuat permintaan domestik sebagai salah satu mesin pertumbuhan kita," katanya.

Kebijakan UMP ini didukung dengan bantuan fasilitas peningkatan kesejahteraan bagi pemegang Kartu Pekerja Jakarta. Karyawan yang memiliki Kartu Pekerja Jakarta akan mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI untuk transportasi, air, pangan, dan lainnya.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 18.383 pekerja pemegang KPJ aktif telah menikmati layanan transportasi publik gratis di Jakarta.

BERITA TERKAIT
Ratusan Peserta Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Jakarta Utara

ASN Pemkot Jakut Diminta Perkuat Etos Kerja

Selasa, 20 Januari 2026 724

Puluhan pelaku UMKM saat mengikuti bazar di Kelapa Gading

Sudin PPKUKM Jakut Optimalisasi Bazar dan Pameran Produk Tahun Ini

Minggu, 11 Januari 2026 1396

Gubernur Pramono memberikan paparan realisasi APBD 2025

Pramono Pastikan Ekonomi Jakarta Tumbuh Stabil

Rabu, 21 Januari 2026 1199

Bundaran HI, Jakarta

Tumbuh Hampir 12 Persen, Investasi di Jakarta Capai Rp270 Triliun

Rabu, 21 Januari 2026 1422

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2409

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 2722

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3847

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1136

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1211

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks