Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 246
(Foto: Anita Karyati)
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat bersama jajaran dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat mengunjungi langsung lokasi pengungsian warga penyintas banjir di Kantor Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing.
"Mendapatkan pelayanan yang layak,"
Hendra mengatakan, di lokasi tersebut pengungsi tercatat sebanyak 129 jiwa yang berasal dari tiga RW. Jumlah pengungsi hari ini sudah berkurang dibandingkan kemarin.
"Kami hadir di Kelurahan Semper Timur untuk menjenguk dan memastikan saudara-saudara kita yang mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak serta kebutuhannya terpenuhi," ujarnya,.Selasa (13/1).
Hendra menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi pengungsi. Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak terkait, seperti Suku Dinas Sosial, Baznas Bazis, Danramil, Polres, dan unsur lainnya.
"Fasilitas tempat istirahat, makan dan minum, serta kebutuhan kebersihan seperti mandi dan cuci telah kami siapkan. Kami bergerak bersama agar kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi dengan baik," terangnya.
Ia menambahkan, lokasi pengungsian tidak hanya berada di Kelurahan Semper Timur, tetapi juga tersebar di beberapa wilayah lain, seperti Rusun Embrio Kelurahan Semper Barat dan Kelurahan Pegangsaan Dua.
"Kami berharap genangan air segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," ungkapnya.
Selain penanganan pengungsi, Hendra menegaskan, pelayanan publik tetap berjalan normal, baik secara tatap muka maupun daring. Terkait pasokan listrik, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN untuk memadamkan gardu listrik di area terdampak banjir demi keselamatan warga.
"Pelayanan kepada masyarakat tidak terhalang karena banjir. Warga tetap bisa datang ke kantor kelurahan, kecamatan, maupun wali kota. Untuk layanan daring, kami sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Kominfotik agar sistem tetap berfungsi," ucapnya.
Lurah Semper Timur, Tien Septimar, menyampaikan data pengungsi di wilayahnya saat ini berjumlah 129 orang, terdiri atas 16 balita, 12 lansia, 77 orang dewasa, serta 24 anak dan remaja. Para pengungsi berasal dari RW 01, RW 02, dan RW 04, dengan jumlah terbanyak dari RW 02.
"Kemarin jumlah pengungsi sekitar 137 jiwa, namun sebagian sudah kembali ke rumah. Ada juga warga yang memilih mengungsi di masjid atau di rumah sanak saudara," imbuhnya.
Ia menuturkan, pihak kelurahan menyediakan layanan kesehatan dari Suku Dinas Kesehatan serta makanan siap saji bagi para pengungsi.
"Keluhan yang dialami pengungsi umumnya berupa batuk, pilek, gatal-gatal, dan pegal-pegal. Semua sudah ditangani oleh petugas kesehatan," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga RT 08/02, Ripah (80) menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Jakarta Utara bersama jajaran atas bantuan dan pelayanan yang diberikan.
"Air masuk ke dalam rumah sampai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut. Sekarang saya mengungsi bersama cucu dan keluarga. Semoga banjir cepat surut agar kami bisa kembali ke rumah dengan aman," tandasnya.