Senin, 09 Maret 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 422
(Foto: Andri Widiyanto)
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan pengawasan pangan di pusat perbelanjaan Lotte Mart, Jalan Supriyadi, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.
"Aman dan sehat untuk dikonsumsi"
Kegiatan pengawasan ini melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari BPOM RI dan jajaran Pemprov DKI Jakarta. Inspeksi mendadak (Sidak) ini dipimpin langsung oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar bersama Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto.
Uus mengapresiasi kolaborasi BPOM RI bersama Pemprov DKI dalam pengawasan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk pangan yang dibeli, baik di pasar modern maupun pasar tradisional.
"Masyarakat sangat membutuhkan berbagai kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Pengawasan terpadu seperti ini sangat diperlukan," ujarnya, Senin, (9/3).
Uus menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap 79 produk pangan yang diuji, seluruhnya dinyatakan negatif dari bahan berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.
"Hasil ini tentu sesuai harapan masyarakat dan Pemprov DKI Jakarta, yaitu adanya kepastian dan jaminan bahwa makanan yang beredar aman dan sehat untuk dikonsumsi," terangnya.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar memaparkan, kegiatan hari ini merupakan bagian dari program intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan menjelang Ramadan, selama bulan puasa, hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia menegaskan, pengawasan dilakukan karena pada periode tersebut terjadi peningkatan signifikan dalam penjualan dan konsumsi produk pangan.
"Saat seperti ini intensitas penjualan dan pemakaian produk pangan sangat tinggi. Untuk itu kami melakukan pengawasan serentak di seluruh Indonesia secara terus-menerus setiap hari," bebernya.
Ia menuturkan, terdapat dua metode pengawasan yang dilakukan, yakni surveillance atau pengawasan secara acak dan tersembunyi, serta pemeriksaan resmi seperti yang dilakukan dalam kegiatan sidak di Lotte Mart tersebut.
Secara umum, hasil pemeriksaan menunjukkan produk yang beredar telah memenuhi ketentuan terkait sanitasi, higiene, standar label, kemasan, izin edar, serta masa kedaluwarsa.
"Namun, petugas juga menemukan beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti. Contohnya, ditemukan pula produk yang tidak disimpan sesuai petunjuk penyimpanan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menambahkan, pihaknya telah melakukan pengawasan pangan segar di lebih dari 200 lokasi pasar tradisional dan swalayan di Jakarta.
"Ada sekitar 30.000 sampel pangan telah diperiksa dengan parameter uji meliputi Formalin, tingkat kebusukan, Residu Pestisida, Klorin, serta Boraks. Hasilnya sekitar 99 persen aman," tandasnya.