Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 190
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar memimpin langsung pelaksanaan kerja bakti serentak bertajuk Jaga Jakarta di Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru.
"Adanya penyumbatan"
Kegiatan ini digelar sebagai upaya mencegah terjadinya genangan dan banjir di permukiman warga, khususnya yang disebabkan oleh hujan lokal.
Anwar mengatakan, kerja bakti ini dilakukan menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sehari sebelumnya dan menimbulkan sejumlah genangan akibat penyumbatan saluran serta tali-tali air.
"Sebagaimana kita ketahui, kemarin terjadi hujan selama satu hari dengan curah hujan yang cukup tinggi hingga terjadi genangan. Hari ini kita bekerja untuk memastikan ke depan tidak ada lagi genangan," ujarnya, Rabu (13/1).
Anwar menjelaskan, banjir kiriman akibat luapan kali memang relatif sulit dikendalikan secara instan. Namun, penanganan banjir akibat hujan lokal dinilai dapat dilakukan lebih cepat melalui pembersihan saluran, normalisasi tali air, serta perbaikan sarana dan prasarana milik Sumber Daya Air (SDA).
"Kita upayakan hari ini adalah memastikan saat hujan, warga tidak terdampak banjir karena adanya penyumbatan, terutama pada saluran dan prasarana SDA," ungkapnya.
Menurutnya, genangan yang kerap terjadi di wilayah Kelurahan Petogogan diduga disebabkan oleh menyempitnya Kali Krukut akibat okupasi atau pemanfaatan oleh warga. Kondisi tersebut membuat daya tampung aliran air berkurang sehingga mudah meluap saat debit air meningkat.
"Selain kerja bakti hari ini, kita juga mengupayakan pemasangan tanggul sementara di dekat pintu air Pulo Raya. Pintu air tersebut perlu dibuat tanggul karena limpahan airnya sangat besar. Setidaknya ini untuk meminimalisir genangan di wilayah Petogogan," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo menjelaskan, kerja bakti massal di Kelurahan Petogogan difokuskan pada pengerukan dan pembersihan saluran air.
"Kami mengerahkan 160 personel untuk pengerukan saluran air di wilayah Petogogan dengan perlengkapan manual," ucapnya.
Santo menambahkan, untuk penanganan jangka panjang, pihaknya telah mengusulkan pembebasan lahan di sepanjang Kali Krukut, khususnya pada segmen dari Jalan Prapanca (Kintamani) hingga Jalan Tendean. Usulan ini bertujuan agar pelebaran dan penataan Kali Krukut dapat dilakukan secara optimal.
"Untuk mengatasi genangan di Petogogan, kami sudah mengusulkan pembebasan lahan Kali Krukut dari Jalan Prapanca sampai Jalan Tendean," Imbuhnya.
Ia berharap, setelah pembenahan Sungai Ciliwung rampung, program normalisasi dan penataan akan dilanjutkan ke Kali Krukut. Sehingga, kawasan permukiman di Jakarta Selatan yang dilintasi Kali Krukut tidak lagi terdampak genangan saat hujan deras.
"Mudah-mudahan setelah Ciliwung selesai, pembenahan bisa berlanjut ke Krukut agar lingkungan warga tidak terdampak genangan lagi," tandasnya.