Senin, 12 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 129
(Foto: doc)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis atau terpisah-pisah. Menurutnya, kunci utama pengendalian banjir saat ini adalah kesiapsiagaan infrastruktur pompa yang tersebar di titik-titik rawan.
"memang ada kenaikan permukaan air, langsung kita pompa,"
"Memang penanganan untuk banjir di Jakarta tidak bisa bersifat sporadis," ujar Pramono, di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (12/1).
Dikatakan Pramono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiagakan total 1.200 unit pompa yang siap beroperasi penuh. Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan waduk sebagai infrastruktur pengendali banjir, salah satunya Waduk Cilangkap Batu Licin di Jakarta Timur, yang baru saja diresmikan.
Pengoperasian seluruh infrastruktur pengendali banjir ini untuk mempercepat penanganan genangan selama musim hujan, termasuk di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
"Kalau lihat sekarang curah hujan yang seperti ini, dulu pasti sudah genangan di mana-mana. Sekarang ini karena selalu kita siagakan termasuk sekarang di Ancol memang ada kenaikan permukaan air, langsung kita pompa," jelasnya.
Pramono pun menekankan, prioritas penanganan pengendalian banjir di Jakarta yang dilakukan bersifat jangka pendek dan menengah.
"Memang penanganannya harus yang bersifat jangka pendek, jangka menengah, kalau jangka panjangnya udah terlalu panjanglah untuk dipikirkan," tandasnya.